CSSMoRA

CSSMoRA merupakan singkatan dari Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs, yang berarti Komunitas Santri Penerima Beasiswa Kementrian Agama

PBSB

Program ini memberikan kesempatan kepada para santri dari berbagai Pondok Pesantren untuk mengenyam pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia.

Pesantren

Para santri yang menerima beasiswa ini dikuliahkan hingga lulus untuk nantinya diwajibkan kembali lagi mengabdi ke Pondok Pesantren asal selama minimal tiga tahun.

Rabu, 04 Oktober 2017

Dilema Barcelona

Dilema Barcelona
oleh : Agil Muhammad
Mahasiswa PBSB UIN Sunan Kalijaga 2015

Referendum Catalonia atau Catalunya, menjadi trending topik dunia saat ini, begitupun di Indonesia, meskipun belum bisa mengalahkan kisah kesaktian dan karomah Setya Novanto di dunia perpolitikan tanah air ini. Referendum ini merupakan peristiwa yang akan banyak berpengaruh pada dunia, dan tentunya juga dunia sepak bola.
Dimulai dari sinyal buruk demokrasi Spanyol, kestabilan Uni Eropa, hingga salah satu klub raksasa La Liga, FC Barcelona yang mulai terancam nasibnya. Klub yang telah meraih 24 gelar La Liga dan 5 gelar Liga Champions yang masih belum bisa menyamai rekor 7 gelar AC Milan yang dijuluki The Most Succesful Club in the World, dulu.
Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh karena itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, mungkin itulah kira-kira kalimat yang terdapat pada pembukaan UUD 1945 kita. Ya, segala bangsa memang berhak merdeka, ingat, bangsa bukan suku.
Bangsa Catalan dengan daerah otonomnya yang bernama Catalonia memang sudah lama menginginkan kemerdekaan mereka dari Spanyol. Beberapa kali referendum dilaksanakan untuk kemerdekaan mereka, tetapi baru kali ini nampaknya referendum ini akan berhasil dengan 90 persen dari 2,26 juta warga Catalonia yang mencoblos memilik merdeka.
Keinginan Catalonia untuk merdeka menjadi semakin kuat sejak krisis ekonomi 2008 yang berimbas pada tingkat pengangguran yang tinggi, untung aja Indonesia meskipun banyak yang lebih suram hidupnya santai aja, dan pembatasan UU Konstitusi 2010 guna meningkatkan kedaulatan Madrid, serta nilai-nilai pribadi warga & budaya Catalan yang kuat.
Dulu, daerah Catalan memang berbeda dengan Spanyol. Penggabungan dua daerah ini ternyata ada hubungannya lho dengan Islam, jangan-jangan. Catatan sejarah menyatakan bahwa hubungan baik kedua bangsa ini berlangsung sejak awal abad ke-15, ketika Raja Ferdinand dari Aragon dan Ratu Isabella dari Kastilla menikah dan mempersatukan wilayah mereka. Dengan ini kita bisa belajar, ehm melepas kejombloan dan menyatukan cinta dapat memperkuat hubungan diplomasi antara orang tua dengan mertua hingga dua negara yang berbeda, anjayy.
Dengan bersatunya Raja dan Ratu ini, mereka akhirnya dapat mengusir serta mempermalukan penguasa, bukan khalifah, terakhir Bani Umayyah di Andalus yang telah bertahan berabad-abad yang bernama Abu Abdullah al-Ahmar pada tahun 1492 M. Saat meninggalkan istananya, Abu Abdullah menangis. Tentang ini ibunya berkomentar, “Kamu menangis seperti perempuan untuk sesuatu yang tak pernah kamu pertahankan selayaknya laki-laki”. Tetapi meskipun ini adalah kabar buruk bagi Islam, beberapa tahun sebelumnya Islam telah sukses menaklukkan Konstantinopel oleh Muhammad al-Fatih pada tahun 1453. Ga apa lah, hilang satu, dapat yang lain.
Catalan memiliki bahasa dan budaya yang berbeda dengan Spanyol yang menyebabkan bangsa ini ingin merdeka. Bandingkan dengan Bangsa Indonesia yang memiliki banyak suku, bangsa dan budaya tetapi tetap Bhinneka Tunggal Ika. Ketika bersatu kita menjadi suatu Bangsa Indonesia yang memiliki kultur dan kearifan lokalnya yang luar biasa. Ya, inilah yang menjadikan Indonesia negara maju, dan nggak usah dengerin orang yang bilang bahwa negara ini masih negara berkembang. Standar yang mereka gunakan emang nggak bakalan jadikan negara ini lebih maju dari mereka.
Kembali ke Catalonia, wilayah yang memiliki populasi 7,5 juta orang, hampir sama dengan massa monas 212, sangat penting bagi perekonomian Spanyol, menyumbang 19% PDB. Pada masa Fransisco Franco, tahun 1939, penggunaan bahasa Catalonia sempat dilarang oleh pemerintah. Inilah awal dari gerakan kemerdekaan Catalonia hingga sekarang masa puncaknya.
Dan untuk urusan sepakbola, dilema Barcelona akan cukup kompleks. Decul (fans Barca) akan ditertawakan para Dedemit (fans Madrid). Untuk masuk liga domestik, Catalonia hanya punya tiga klub yang dikenal, Barcelona, Espanyol & Girona, sedang lainnya hanya klub entah gimana kabarnya. Jika ingin membuat liga sendiri, mereka hanya akan membuat liga tarkam dan nggak bisa masuk Liga Champions, dan nyaingi gelar Milan hanya menjadi impiannya. Jika ikut ke Liga Spanyol, Barcelona seperti suami yang minta cerai pada istrinya tapi masih numpang ke mertua, suami macam apa itu. Dan jika ikut liga di negara lain seperti Prancis, Italia, atau Inggris, Barca akan mulai dari kasta terbawah dulu. Dan kabar gembira bagi fans klub lain bahwa Messi belum perpanjang kontrak dan berpeluang akan meninggalkan klub tarkan ini.
Saranku sih, mending Barcelona pindah ke liga 1 Gojek aja gantiin Persegres yang hampir pasti degradasi ini, sebagai arek Gresik asli, sedih banget sebenarnya. Atau kalo mau agak keren, merangkak dulu dari liga 2 Gojek kayak Persebaya saat ini, asal suppoternya tahu diri, nggak bakal terjadi acara seperti tawuran Bonek lawan PSHT kemarin, arek Bonek dilawan.
Atau saranku yang lain mending pindah ke Seria A aja, tahu kan di sana ada klub terhebat di dunia seperti Milan, Jupe, Iler, Nacoli, dan lain-lain. Mungkin dengan adanya Barcelona, kami nggak akan streaming lagi nonton liga terbaik ini. Dan TV lokal akan lebih peka pada kami yang hanya mengandalkan numpang wifi, atau kalo terpaksa banget ya kuota yang sangat kami cintai keberadaannya.





Senin, 02 Oktober 2017

Pelatihan Jurnalistik: Dari Bermimpi, Membangun Motivasi, Hingga Berkarya di Dunia Literasi

Yogyakarta, cssmorauinsuka.net-­ CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga baru saja mengadakan agenda tahunan pada Minggu, 01 Oktober 2017 lalu. Kegiatan dengan nama Pelatihan Jurnalistik ini merupakan salah satu program kerja dari Departemen Jurnalistik yang diselenggarakan bersama dengan Kru Sarung. Para peserta yang hadir dalam kegiatan ini merupakan anggota CSSMoRA aktif angkatan 2017 (bersifat wajib) serta angkatan-angkatan selain 2017 yang bersifat sunnah, mulai dari angkatan 2016, 2015, 2014, hingga angkatan 2013. Meskipun acara tersebut hanya mengambil tempat di pendopo LSQ ar-Rahmah, namun para peserta tetap nyaman dan antusias pada penjelasan pemateri.
Acara yang mengangkat tema “Kala Pena Bercerita” tersebut diawali dengan serangkaian pembukaan dan sambutan-sambutan dari pengelola PBSB dan Ketua Umum CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga serta ketua panitia Pelatihan Jurnalistik. “Acara Pelatihan Jurnalistik ini diadakan untuk memfasilitasi teman-teman angkatan 2017 untuk mendalami kepenulisan, baik fiksi maupun non-fiksi.” Ujar Ketua Panitia Pelatihan Jurnalistik, Triyanti Nurkhikmah. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Umum CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga, Melati Isma’ila Rafi’i.
Selepas rangkaian acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai kepenulisan fiksi yang disampaikan oleh Daruz Armedian, seorang mahasiswa Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Pemuda asli Tuban tersebut menyampaikan materi mengenai ke-sastra-an, yang mencakup cerpen dan puisi. Dalam penyampaian materinya tersebut, ia menekankan, untuk banyak membaca dan menulis minimal 200 kata per hari jika ingin menjadi penulis yang hebat. “Dan yang terpenting, jangan lupa untuk bermimpi. Setiap dari kalian harus mempunyai mimpi. Tanpa mimpi, seorang tidak akan hidup.” Ujar mahasiswa yang telah menelurkan banyak karya tersebut. Dalam sesi pertama tersebut, Mas Daruz, sapaan akrabnya, memberikan kesempatan kepada para peserta untuk membuat sebuah paragraf yang telah ditentukan ketentuannya. Alhasil, salah seorang anggota CSSMoRA angkatan 2013, Maftuchah, berhasil mendapatkan buku karya Mas Daruz beserta tanda tangannya, berkat paragrafnya yang dinilai bagus.
Setelah sesi pertama, acara diteruskan ke sesi kedua, yang membahas mengenai kepenulisan non-fiksi. Sesi kedua diisi oleh salah seorang jurnalis dan penulis novel Haji Backpacker, Aguk Irawan. Materi yang diberikan olehnya yakni tulisan-tulisan yang tercakup dalam ranah non-fiksi, yakni artikel, essay, maupun opini. Dalam penyampaian materinya, novelis terkenal tersebut juga memberikan masukan-masukan, serta motivasinya agar para peserta termotivasi untuk terus menulis dan berkarya. “Dalam menulis itu, 90% merupakan motivasi, sedangkan 10 % sisanya hanyalah teknik. Tanpa motivasi yang besar, seorang penulis akan susah menggerakkan penanya di kertas meskipun sudah memiliki ilmu kepenulisan yang luas dan teknik yang bagus.” Ujar penulis buku Peci Miring tersebut.
Di sela-sela sesi tersebut, para peserta juga diminta untuk menuliskan dua buah tulisan, yaitu fiksi dan non-fiksi. Dalam secarik kertas tersebut, para peserta menuliskan gagasan, ide-ide, maupun imajinasi mereka dengan mengandalkan materi yang telah disampaikan sebelumnya.

Terakhir, acara tersebut ditutup dengan poto bersama antara peserta, panitia, dan juga Pak Aguk Irawan. (Ahn)

Senin, 25 September 2017

Perkuat Tali Silaturahim, CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Helat Pensil dan Sarasehan

Yogyakarta-Kemarin (24/09), CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga kembali selenggarakan Pensil (Pentas Silaturahim). Event yang diselenggarakan di Gedung Teatrikal FISHUM (Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora) UIN Sunan Kalijaga ini mengusung tema “Ketika Aku dan Kamu menjadi Kita”. “Tema ini bukan tanpa makna. Yang dimaksudkan di sini adalah aku; sebagai individu dan kamu; sebagai individu juga bersatu menjadi kita; keluarga CSSMoRA.” Tutur Melati selaku ketua CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga dalam sambutannya.
Sebagai pembukaan, Tim Akustik CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga mempersembahkan beberapa lagu, disusul oleh beberapa anggota CSSMoRA lain yang unjuk gigi menampilkan bakatnya melalui lagu. Pada pukul 10.00, Alif dan Titay selaku pembawa acara membuka acara tersebut. Setelah selesai acara pembukaan, dilanjutkan dengan perkenalan antar angkatan yang dipandu oleh Mushawwir dan Yolla. Sebanyak empat angkatan yang terdiri dari angkatan 2014,2015,2016 dan sebagai angkatan terbaru adalah 2017.
Hal yang berbeda dari pentas silaturahim (Pensil) dari sebelumnya,  Pensil kali ini dibarengi dengan agenda kumpul bareng alumni; Sarasehan. “Untuk tahun ini, pentas silaturahim kami gabung dengan acara sarasehan. Karena sejatinya kedua acara tersebut sama-sama bertujuan untuk menjalin silaturahim yang lebih baik antar anggota CSSMoRA kita, baik anggota aktif maupun pasif”, ujar Suriyanti; ketua panitia acara tersebut.
Sejumlah alumni dari berbagai angkatan yang hadir dalam acara tersebut membuat suasana lebih hangat. Dengan dipandu Kamil dan Sirodjuddin, talkshow bertajuk CSSMoRA in Loyality Club (Cinloc), mewarnai acara sarasehan kali ini. Sharing pengalaman, motivasi, canda dan gelak tawa antar grup –yang masing-masing terdiri dari anggota aktif dan alumni- mewarnai ruangan teatrikal FISHUM. “Acara ini keren banget, pokoknya kita kudu bangga bisa berkumpul dalam keluarga CSSMoRA ini. Untuk itu, kita harus memanfaatkan apa yang ada dalam keluarga ini; teman, dosen dan segala fasilitas di dalamnya. Ada tiga poin yang dapat kami simpulkan dari sharing di grup ini, yaitu membaca, menulis dan bahasa sebagai kunci sukses”, tutur Nafisaruz Zahra –alumni angkatan 2010- yang sedang melanjutkan studi S3nya di akhir sesi tersebut.
Acara yang merupakan agenda tahunan CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga tersebut berjalan lancar walaupun disambut gerimis di pagi hari. Selain itu, keterlambatan beberapa anggota menjadi kendala tersendiri sehingga waktu molor dari agenda sebenarnya.
Di akhir acara, setelah masing-masing angkatan menampilkan performnya, Devisi PSDM melalui Sanggar Seni Rebung menampilkan penampilan perdananya berupa teater. Dengan mengangkat tema “Menguat Tabir Rohingya”, para aktor dan aktris berhasil membuat decak kagum para penonton. Grup teater yang diketuai oleh Imdad dan bernaung di bawah Devisi PSDM ini resmi berdiri dengan tampil perdananya tersebut.
“Sanggar ini merupakan program kerja  baru dari Devisi PSDM. Untuk teater ini, kami masih berproses untuk ke depannya. Kami juga bekerja sama dengan anggota Teater Eska untuk melahirkan penampilan perdana ini. Ke depannya, kami berharap sanggar seni ini dapat mewadahi anggota aktif yang mempunyai bakat di bidang seni”, ujar Andi Rabiatun selaku ketua Devisi PSDM.
“Kami ingin membuktikan, bahwa CSSMoRA tidak hanya soal akademik, namun juga ada potensi seni di dalamnya”, katanya dengan senyum hangat.
Sebagai penutup, panitia mengumumkan juara dari penampilan masing-masing angkatan tadi. Hasilnya, penampilan terkeren diraih oleh angkatan 2015, terheboh diraih oleh angkatan 2014, terkocak oleh angkatan 2016 dan dengan kategori terunik diraih oleh angkatan 2017 yang mendapat voucher jalan-jalan dari Ahmad Mujtaba selaku pengelola PBSB UIN Sunan Kalijaga.
Selamat ber-CSSMoRA!


(tn)

Kamis, 21 September 2017

Muhasabah dalam Menyambut Hijriyah

Oleh: Ainil Atiqoh*

“Siapa yang hari ini lebih baik dari  hari kemarin, maka ialah orang yang beruntung. Siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ialah orang yang merugi. Siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ialah orang yang terlaknat.

Tahun baru, momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh kebanyakan orang. Kembang api, suara mercon, pertunjukan musik, dan nongkrong di pusat keramaian seringkali menjadi hal yang lumrah -atau bahkan bisa dikatakan wajib- adanya. Tahun baru yang dimaksud di sini adalah tahun baru masehi. Sedangkan, untuk tahun baru Islam sendiri kurang mendapat perhatian jika dibandingkan dengan tahun baru masehi. Meskipun demikian, dalam rangka menyambut dan menyemarakkan tahun baru Islam, mulai banyak dicanangkan kegiatan-kegiatan positif yang tak kalah menariknya dengan kegiatan yang digencatkan saat tahun baru masehi tiba. Kegiatan-kegiatan tersebut biasanya berupa pawai obor, perlombaan-perlombaan bernuansa islami, pengajian , dzikir bersama, dan lain sebagainya. Dengan diadakannya kegiatan-kegiatan tersebut, selain sebagai sarana untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah, juga dapat mempererat tali silaturrahim dan memperkokoh persatuan antar sesama muslim.

Saat ini, telah sampailah kita pada tahun baru Islam yang ke-1439. Bulan Muharram, pada bulan tersebut terdapat berbagai keutamaan di dalamnya, seperti digugurkannya dosa setahun yang lalu bagi orang yang melaksanakan puasa asyura. Kemudian, jika dilihat secara historis, pada bulan itu juga telah terjadi berbagai peristiwa penting yang menimpa para nabi terdahulu, seperti hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah, mendaratnya kapal Nabi Nuh setelah sekian lama mengarungi banjir bandang, selamatnya Nabi Musa dari kejaran raja Fir’aun,  dan lain sebagainya.

Selain untuk mengenang peristiwa-peristiwa bersejarah tersebut, tahun baru Islam juga dapat dijadikan sebagai sarana muhasabah atau introspeksi diri, sebab manusia pada hakikatnya tidak bisa lepas dari lupa dan dosa. Bertahun-tahun sudah kita melewati hidup, namun sudahkah kita gunakan dengan tepat dan seefesien mungkin masa-masa itu? Atau justru sebaliknya, semuanya hanya terlewati begitu saja seperti angin lalu. Oleh karena itu, ditahun yang baru ini, di kesempatan yang tak ternilai ini, hendaknya kita gunakan sisa umur kita sebaik mungkin. Sebab, untuk tahun depan atau bahkan hari esok, belum tentu  kita bisa berjumpa kembali.

Dunia adalah ladang akhirat. Ketika hidup di dunia, seringkali kita sibuk untuk memperkaya diri, mengesampingkan kebutuhan ruhani. Jika saatnya telah tiba, tiada lagi kesempatan memperbaiki , yang tersisa hanya penyesalan abadi. Sebagaimana nama dari tahun yang sedang kita rayakan ini, yaitu tahun hijriyah, maka sudah selayaknya kita mulai behijrah ke arah yang lebih baik lagi, meninggalkan hal-hal buruk dimasa lalu dan menggantinya dengan hal-hal yang lebih baik.

“Dan hendaklah orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)”. (QS. al-Hasyr: 18).

*Kru Sarung

Rabu, 06 September 2017

MESRA (Mengenal CSSMoRA)

MESRA (Mengenal CSSMoRA)

Yogyakarta- Sebagai langkah awal dalam membentuk suatu organisasi yang dianggotai dan dikelola oleh anggota-anggota yang berkompeten dan berdedikasi, pada tanggal 2 September lalu CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk kali keduanya mengadakan suatu agenda yang disebut kaderisasi. Acara kaderisasi ini diadakan khusus teruntuk anggota baru CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga yang pada kali ini adalah mahasiswa PBSB angkatan 2017. Kaderisasi anggota CSSMoRA untuk pertama kalinya dilakukan –setelah mempertimbangkan perlunya agenda ini- pada september tahun lalu dengan angkatan 2016 sebagai objek.
Sesuai dengan arahan dari BPH (Badan Pengurus Harian) kaderisasi kali ini diubah namanya menjadi MESRA akronim dari mengenal CSSMoRA dengan harapan tujuan utama yaitu pengetahuan anggota baru tentang ke-CSSMoRA-an dapat tercapai di samping untuk menghadirkan kesan santai tapi serius dalam acara ini. Sesuai dengan nama acaranya, tema yang diangkat kali ini tidak jauh-jauh dari kata “Mesra”, yaitu merajut ke-Mesra-an dalam nuansa kekeluargaan. Menurut pengusul dari tema ini, kata “mesra” pada kalimat tersebut dapat merujuk pada Mesra (mengenal CSSMoRA) itu sendiri maupun makna asli dari kata tersebut.
Seperti tahun sebelumnya, acara ini bertempat di objek wisata pantai yang kali ini adalah Pantai Goa Cemara. Acara pembukaan dimulai tepat pada pukul 09:00 di sebuah rumah makan lesehan di area pantai. Dalam pembukaan ini Ahmad Ahnaf Rafif selaku ketua panitia menyampaikan sambutan yang pada intinya menekankan urgensi dari acara kaderisasi pada suatu organisasi. Ia mengatakan bahwa kaderisasi merupakan roh dari suatu organisasi karena pengetahuan anggota baru tentang organisasi tersebut merupakan hal pertama dan utama yang harus ditanamkan dan pengetahuan itulah yang dianggap sebagai roh atau jiwa. Pengetahuan ini juga dianggap sebagai bekal untuk melanjutkan estafet kepengurusan. Tak kalah kuatnya dalam menekankan urgensi kaderisasi dibanding sambutan dari ketua panitia, Sholahuddin Zamzambela selaku perwakilan dari ketua CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga dalam sambutannya mengeluarkan suatu kalimat pendek penuh makna yakni “Kaderisasi adalah harga mati” yang sangat menggambarkan urgensi dari acara ini sehingga disamakan levelnya dengan NKRI.
Segera setelah pembukaan selesai, dilanjutkan dengan materi pertama yang dibawakan oleh ketua CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga (PT) Melati Ismaila Rafi’i dan ketua CSSMoRA Nasional Annas Rolli Muchlisin. Materi yang disampaikan adalah mengenai ke-CSSMoRA-an yang juga meliputi tentang PBSB. Annas menyampaikan secara detail perihal CSSMoRA dari mulai logo CSSMoRA sampai kepengurusannya di tingkat nasional. Begitu pula yang berkaitan dengan PBSB seperti PTN/PTIN mitra dan sebagainya.
Materi kedua adalah tentang kepesantrenan yang dijelaskan oleh saudara Muhammad Wahyudi. Terkait materi kepesantrenan ini Ia membagi karakteristik santri ketika masuk perguruan tinggi menjadi tiga kelompok. Pertama, adalah mereka yang terlalu over protektif dengan hal-hal baru yang ada di dunia perkuliahan. Kedua, golongan santri yang tidak mampu menjaga marwah kesantriannya sehingga bertindak terlalu bebas. Ketiga, adalah karakter santri yang berada di tengah dua sebelumnya, yaitu mereka yang dapat menjaga diri namun tidak terlalu tertutup. “Hendaknya kita sebagai santri apalagi diberi predikat sebagai santri berprestasi untuk dapat menjadi bagian dari golongan ketiga ini” pinta Wahyudi.
Rangkaian acara selanjutnya diselingi dengan brainstorming yang berfungsi sebagai media sharing bersama juga sekaligus untuk mengecek kepahaman peserta terhadap materi-materi yang telah disampaikan sebelumnya. Karena waktu yang sudah beranjak siang, peserta dipersilahkan untuk makan siang lalu sholat dzuhur.
ISHOMA disambung dengan materi ke-3 yang membahas tentang kebangsaan. Materi ini disampaikan oleh alumni PBSB UIN Sunan Kalijaga tahun angkatan 2012 saudara Muhammad Dluha Luthfillah, S.Th.I. Dalam pemaparannya beliau mengharapkan kita sebagai anak-anak Kemenag untuk dapat turut serta berandil dalam pembangunan negeri. Dan materi terakhir adalah tentang keorganisasian. Materi ini disampaikan oleh ketua CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga periode 2015/2016 saudara Lukman Hakim. Seperti yang sering disampaikan oleh beliau dalam beberapa event sebelumnya, organisasi merupakan suatu wadah yang terdiri dari anggota-anggota yang semua memiliki kepentingan masing-masing, namun demi keberlangsungan organisasi tersebut termasuk program-program kerjannya, semua anggota diharapkan dapat mengesampingkan kepentingannya masing-masing. Layaknya kaderisasi pada tahun lalu, beliau menjelaskan maksudnya secara lebih realistis dengan memainkan sebuah game ular-ularan yang terbentuk dari para peserta.

Layaknya materi-materi sebelumnya, brainstorming pun dilakukan untuk melihat kepahaman peserta terhadap materi. Beberapa kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 orang dibuat untuk memudahkannya. Selepas brainstorming, peserta menunaikan sholat Ashar yang disambung dengan family gathering dan game. Tepat pukul 16:40 rangkaian acara pun ditutup bersama dan diakhiri dengan sesi foto yang berlatarbelakang semburat senja oranye nan indah di atas hamparan laut pantai Goa Cemara.-red(doel).

Selasa, 29 Agustus 2017

Sweet and Sour: Pembantu yang Sejahtera

Sweet and Sour: Pembantu yang Sejahtera
Oleh: M. Basyir F.M.S.*


Penikmat lagu Shape of You dari Ed Sheeran pasti tak asing lagi dengan kata-kata yang terpisah oleh and di atas. Karena keduanya tercantum dalam salah satu bait tembang itu. Lebih lengkapnya, penggalan lirik tersebut adalah: we talk four hours and hours about the sweet and the sour and how your family is doing ok.
Pada dasarnya, sweet adalah rasa di lidah ketika menyentuh gula, sedangkan sour muncul tatkala mangga muda dimasukkan ke dalam ruang sebelum tenggorokan. Namun bukan dua pengertian di atas yang hendak digunakan dalam uraian ini. Yang dimaksud dengan manis dan asam di sini jauh lebih dalam dan membekas.
Sweet merupakan perasaan dalam diri seseorang ketika sedang bahagia bahkan jika ia tidak menyadarinya. Biasanya hasrat itu muncul ketika harapan menjadi kenyataan. Kesenangan dapat menjernihkan hati, menyunggingkan senyum, serta menggelakkan tawa dalam saat yang bersamaan.
Setiap insan memiliki harapan yang berbeda. Akibatnya jalan yang diambil menjadi tidak sama. Maka dari itu, ketika dua orang meraih hal yang sama, belum tentu keduanya bahagia. Gambaran sederhananya terdapat dalam salah satu iklan rokok yang menayangkan beberapa pemuda dengan pandangan mereka tentang kesuksesan.
Adapun sour ialah kebalikan dari sweet. Orang-orang yang tinggal di Indonesia biasa menyebutnya dengan kesedihan. Sebagian dari mereka tidak menampakkannya. Sedangkan yang lain mengutarakannya dengan aneka ragam cara. Berkata kasar,  membanting isi kamar, dan membuat mata memar adalah beberapa di antaranya.
Ketidaksanggupan diri untuk menerima yang terjadi merupakan alasan utama munculnya asam hati. Ketakutan sebelumnya seringkali menemani. Akhirnya, seseorang harus menelan serbuk kopi atau bahkan menghantam Lamborghini yang sangat ingin dihindari.
Perlu dilingkari, tiada satu kejadian pun yang tak mendatangkan salah satu antara sweet dan sour. Bahkan jika seseorang mengatakan tidak apa-apa, sama saja, dan ungkapan-ungkapan semacamnya, dari lubuk hati yang paling dalam pasti dia memeluk rasa yang sesungguhnya. Hanya saja seringkali itu tidak disadari dikarenakan terlalu banyak antipati yang harus diurus setengah mati.
Pembantu yang Sejahtera
Berita yang diunggah pada situs CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga 7 Agustus lalu merupakan salah satu fenomena keterkaitan sweet dan sour dalam kehidupan manusia. Azhari Andi yang notabene meraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terpuruk bertubi-tubi sebelumnya. Begitu pula dengan Sri Hayati Lestari yang harus menelan pil pahit di kesempatan pertamanya.
Setiap setelah mengalami sesuatu yang menyakitkan, kebahagiaan akan menanti setelahnya. Semakin besar luka yang diterima lebih indah pula bunga yang diterima. Begitupun sebaliknya, berhati-hatilah ketika kesenangan menghampiri. Karena kesialan sedang mengintip, bersiap-siap untuk menampakkan diri.
Banyak yang tidak menyadari hal tersebut. Akibatnya mereka terus-menerus menghabiskan waktu mereka dengan bersenang-senang. Jalan-jalan, bermain game, menonton film, dan menjungkirbalikkan media sosial seringkali menjadi pilihan utama.
Bandingkan dengan orang-orang yang mengerti. Mereka menyibukkan diri dengan hal-hal yang menyusahkan, seperti berpuasa meski dapat makan di restoran mewah, menjadi guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) meski gajinya tidak sebesar hasil bisnisnya, dan lain sebagainya. Karena mereka mengerti bahwa ke-sour-an yang mereka terima dapat mendatangkan ke-sweet-an yang luar biasa.
Kendati demikian, terlalu banyak menelan asam bukanlah hal yang baik. Karena jika seseorang mengalaminya, dia akan terlalu terkejut tatkala manis melewati tenggorokannya. Sebagai contoh, ada seseorang yang tidak pernah menang bermain basket selama bertahun-tahun. Kemudian tiba-tiba dia berhasil menang beberapa kali atas satu lawan. Hampir bisa dipastikan, dia akan terus mengumumkan kemenangannya ke mana-mana melalui segalanya.
Efek lain yang bisa muncul adalah kebencian atas pihak yang “bahagia”. Poin ini kebanyakan dialami oleh para remaja. Siswa yang seringkali tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) lumrahnya jengkel pada para penerima ranking di sekolah. Sedangkan yang lemah suka memfitnah sang otot gajah.
Memang segala yang terlalu itu tidak baik termasuk kebaikan itu sendiri, apalagi kebahagiaan. Alkisah seorang wanita lahir dengan penuh keberuntungan. Orang lain silih berganti mengulurkan tangan padanya. Akibatnya dia tidak pernah peduli pada orang di sekitarnya. Karena perempuan itu yakin, meski dirinya dibenci oleh sosok yang telah menyelamatkannya, masih ada orang lain yang akan memenuhi kebutuhannya.
Di samping itu, ketidaksiapan menjadi hantu yang akan menghantam bak batu. Orang yang biasa hidup kaya akan tertusuk isi kepalanya tatkala bangkrut mendatanginya atau maling merampas seluruh hartanya. Orang yang selalu loyal akan menjadi acuh tak acuh seketika setelah dikecewakan. Orang yang tidak pernah berhenti menjilati ayam goreng dan brokoli akan muntah ketika tak ada lagi yang bisa dimakan selain tempe dan daun telo.
Maka dari itu, keseimbangan antara sweet dan sour sangatlah penting meski takarannya tidak benar-benar sama. Terlalu banyak asam membuat orang terlalu rendah hati, sedangkan terlalu banyak manis menjadikan manusia terlalu percaya diri. Mereka yang terlalu sering bersedih memiliki hati yang terlalu sensitif. Kebalikannya, yang terlalu sering berbahagia menjadi tidak peduli atas segala selain dirinya.
Secara garis besar, Tuhan telah menetapkan takdir manusia dengan sweet dan sour yang seimbang meski keturunan ikut campur di dalamnya. Maka seharusnya untung dan ruginya bisa diperhitungkan, seperti menetapkan hafalan sebagai bakat awal serta memastikan rabu sebagai hari sial. Jadi, mengapa harus melupakan lumba-lumba sebagai mamalia ketika melihatnya?
            Wallahu a’lamu bish-showab...


*Alumni MA Nurul Jadid.

Jumat, 18 Agustus 2017

Untukmu Negeriku, Indonesia

Untukmu Negeriku, Indonesia
Yeni Angelia
Mahasiswa PBSB UIN Sunan Kalijaga 2016

Bendera merah putih terlihat begitu indah di setiap sudut-sudut ruas jalan, tersusun rapi dari satu rumah ke rumah yang lain, bahkan masyarakat  meletakkan sang bendera merah putih di kendaraan, salah satu bukti cinta akan sang saka. Bertepatan pagi 17 Agustus 2017, bendera merah putih dikibarkan di setiap penjuru Indonesia, dengan pasukan paskibra terlatih juga diiringi lagu Indonesia Raya. Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 72  dari 17 agustus 1945.
Berbalik mengenang kisah masa lampau, bagaimana para pahlawan berjuang melawan penjajah, mereka berjasa dalam memerdekakan Indonesia, sederet nama pahwalan yang telah berjuang, mereka di penjara, disuruh untuk bekerja, bahkan nyawa menjadi taruhannya, demi tegaknya sang merah putih, demi pemuda masa depan, pemuda Indonesia, dalam mempertahankan indonesia untuk mengubah menjadi lebih baik.
untukmu wahai pemuda Indonesia, mari terus berkerja sama, tetaplah berkarya, tunjukkan pada dunia bahwa indonesia adalah bangsa besar, tetap jaga darah juang nasionalisme, tunjukkan tanggung jawab sebagai pemuda hari ini. sejarah adalah saksi tentang perjuangan yang para pahlawan lewati, hingga negeri ini kokoh sampai menginjak usia 72 tahun.
DIGRAHAYU INDONESIAKU KE 72
Semoga engkau makin bijaksana,
tetaplah menjadi sandaran bagi kami, rumah selepas kami dari perantauan.
Indonesiaku,
Aku bangga padamu.
Tanah airku, Indonesia




Rabu, 16 Agustus 2017

Selamat datang Mahasantri CSSMoRA


Selamat datang Mahasantri CSSMoRA


Yogyakarta-CSSMoRA kembali mengadakan agenda tahunan yang biasa disebut dengan  matrikulasi di Hotel Satya Nugraha mulai 13-15 Agustus. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi ajang para santri yang telah lolos seleksi Penerimaan Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), program beasiswa di bawah naungan Kemenag Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) 2017 untuk berta’aruf sehingga terjalin solidaritas yang sejak dini ditanamkan dalam keluarga  CSSMoRA. 
Acara pembukaan yang dilaksanakan di auditorium hotel tersebut dihadiri oleh sejumlah pengelola  PBSB serta Wakil Rektor Tiga Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga, Bapak Waryono. Dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat datang kepada segenap mahasantri PBSB, dengan harapan mahasantri PBSB dapat turut berkontribusi menjadi duta dalam persaingan Nasional maupun Internasional mewakili kampus kawah candra dimuka intelektual Yogyakarta.
Waktu yang sangat singkat membuat panitia harus kreatif dalam mengatur  waktu,  menata kegiatan dalam matrikulasi. Setiap hari mereka ditempa dengan pengisian materi oleh beberapa dosen UIN Sunan  Kalijaga. Para Mahasantri  antusias dalam mengikuti setiap sesi dengan berperan aktif dalam diskusi tersebut. Mereka juga tidak dibuat jenuh dengan kegiatan ini karena panitia juga memberikan sejumlah game, memotivasi dan memberikan gambaran kepada mahasiswa baru PBSB akan solidaritas yang terjalin dalam keluarga CSSMoRA. Selain  itu setiap pagi juga diadakan senam pagi dan jogging untuk merefresh pikiran peserta matrikulasi setelah seharian  berkutat dengan berbagai kegiatan.

Malam teakhir kegiatan tersebut dihadiri oleh ketua nasional CSSMoRA, Anas Rolli Muchlisin, ketua PTN CSSMoRA Melati Ismaila Rafii dan sejumlah pengurus untuk memberikan  sosialisasi terkait beberapa program dalam  organisasi CSSMoRA. Kegiatan diakhiri dengan outbond mahasiswa baru PBSB dengan didampingi oleh pengelola  di Agromina Wisata Karangasri atau biasa dikenal dengan Karangasri Outbond. Penutupan  kegiatan matrikulasi ditahun ini akan dilaksanakan pada Minggu mendatang dengan dihadiri oleh pihak PD Pontren Kemenag Wilayah Yogyakarta.