CSSMoRA

CSSMoRA merupakan singkatan dari Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs, yang berarti Komunitas Santri Penerima Beasiswa Kementrian Agama

PBSB

Program ini memberikan kesempatan kepada para santri dari berbagai Pondok Pesantren untuk mengenyam pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia.

Pesantren

Para santri yang menerima beasiswa ini dikuliahkan hingga lulus untuk nantinya diwajibkan kembali lagi mengabdi ke Pondok Pesantren asal selama minimal tiga tahun.

Rabu, 12 Desember 2007

Mars CSSMoRA

D
Jreng, jreng..

G
Genggam tangan satukan tekad

Am C G
Tuk meraih mimpi

Am C G
Saatnya santri gapai prestasi

Am G
Untuk negeri ini


G
Satu padu kita bersama

Am C G
Tuk menggapai cita

Am C G
Langkahkan kaki tetapkan hati

Am G
Demi bumi pertiwi


Reff :

C
Bangkitlah kawan Wujudkan impian

G
Perjuanganmu kan slalu dikenang

C
Bangkitlah kawan tuk kita buktikan

G
Pesantren kita selalu di depan

Am G
Bersama CSSMoRA



Lyric by : Abdul Qodir
Muhmmad Maghfur Amin
Munawwar Khalil
Music by : Adang Saputra
(All are under CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga)

Download lagunya di sini

Arti Lambang CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga

Arti Lambang CSSMoRA
Lambang tersebut gabungan dari logo graf dan logo text yang kemudian dibentuk menjadi sebuah grandname atau logo yang terucapkan. Terdapat 3 unsur yang ada dalam logo ini yaitu unsur santri, prestasi dan departemen agama. Unsur santri digambarkan dalam bentuk peci yang notabennya identik dengan santri dipasangkan dalam huruf S yang pertama yang mana adalah singkatan untuk kata santri itu sendiri ditambahkan rambut jambul untuk mengingatkan kita bahwasanya kita dulunya berasal dari santri yang dianggap ndheso yang kalau pakai peci agak merosot ke belakang. Unsur prestasi digambarkan dengan topi toga yang dipasangkan pada huruf S yang kedua. Singkatan untuk scholars yang berarti prestasi itu sendiri. unsur Kementerian Agama digambarkan dari warna dominan hijau dan kuning yang merupakan warna dominan dari departemen agama.
Adapun pada logo CSSMoRA Perguruan Tinggi, ditambahkan logo dari Perguruan Tinggi masing-masing untuk membedakan satu sama lain.

Adapun logo CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga dapat didownload di link berikut:
CDR https://drive.google.com/file/d/0Bxd0aV8W2k2LV3B2YXpnZWNxMG8/view?usp=docslist_api
PNG https://drive.google.com/file/d/0Bxd0aV8W2k2LN0JwTVFRSW5ZQkk/view?usp=docslist_api

Sekilas UIN Sunan Kalijaga

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga adalah salah satu perguruan tinggi negeri yang terletak di Yogyakarta. Tepatnya di Jl. Marsda Adisucipto - Yogyakarta 55281. Perjalanan panjang UIN Sunan Kalijaga telah dilewati pada masa-masa sebelumnya. Universitas Islam Negeri yang sebelumnya bernama PTAIN yang bermula dari Penegerian Fakultas Agama Universitas Islam Negeri (UII) sesuai Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 1950 Tanggal 14 Agustus 1950 dan peresmian PTAIN pada tanggal 26 September 1951. Pada saat itu, PTAIN di bawah kepemimpinan KH. R. Moh. Adnan (1951-1959) dan Dr. H. Mukhtar Yahya (1959-1960). Adapun kampus PTAIN pada periode ini terletak di Jl. Simajuntak (sekarang menjadi gedung MAN 1 Yogyakarta).

Menginjak tahun 1960, PTAIN dirubah secara resmi menjadi IAIN pada tanggal 24 Agustus 1960 mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1960 Tanggal 9 Mei 1960. IAIN Yogyakarta yang selanjutnya diberi nama IAIN Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 1965 Tanggal 1 Juli 1965. IAIN Sunan Kalijaga saat itu berada di bawah kepemimpinan Prof. RHA Soenarjo, SH (1960-1972). Selanjutnya IAIN Sunan Kalijaga dipimpin secara berturut-turut oleh Kolonel Drs. H. Bakri Syahid (1972-1976), Prof. H. Zaini Dahlan, MA (selama 2 masa jabatan: 1976-1980 dan 1980-1983), Prof. Dr. HA Mu''in Umar (1983-1992) dan Prof. Dr. Simuh (1992-1996). Pada periode IAIN Sunan Kalijaga, jumlah Fakultas di dalamnya terdapat 5 (lima) Fakultas, yakni Fakultas Adab; Fakultas Dakwah; Fakultas Syari''ah; Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin. Adapun Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga dibuka pada tahun akademik 1983/1984.

Sesuai Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 2004 Tanggal 21 Juni 2004 tentang perubahan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Deklarasi UIN Sunan Kalijaga dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2004 di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Amin Abdullah (2001-2005). Dengan adanya transformasi ini, jumlah Fakultas pun bertambah menjadi 7 Fakultas yaitu yakni Fakultas Adab; Fakultas Dakwah; Fakultas Syari''ah; Fakultas Tarbiyah; Fakultas Ushuluddin; Fakultas Soshum dan Fakultas Sains-Tek.

Perubahan Institut menjadi universitas dilakukan untuk mencanangkan sebuah paradigma baru dalam melihat dan melakukan studi terhadap ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, yaitu paradigma Integrasi interkoneksi. Paradigma ini mensyaratkan adanya upaya untuk mendialogkan secara terbuka dan intensif antara hadlarah an-nas, hadlarah al-ilm, dan hadlarah al-falsafah. Dengan paradigma ini, UIN Sunan Kalijaga semakin menegaskan kepeduliannya terhadap perkembangan masyarakat muslim khususnya dan masyarakat umum pada umumnya. Pemaduan dan pengaitan kedua bidang studi yang sebelumnya dipandang secara dimatral berbeda memungkinkan lahirnya pemahaman Islam yang ramah, demokratis dan menjadi rahmatan lil ''alamin.


Selayang Pandang CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga

Kisah berawal dari angkatan pertama PBSB di UIN Sunan Kalijaga yakni angkatan PBSB 2007. Pada angkatan pertama ini, kuota yang diberikan untuk Jurusan Tafsir-Hadis berjumlah 30 orang. Sebagai angkatan pertama PBSB UIN Sunan Kalijaga, merekalah yang mengawali perjalanan dan membuka jalan bagi adik-adik angkatan berikutnya. Salah satunya dengan membuat wadah silaturahmi dan penyaluran minat dan bakat yang bernama ''JEAL'' (Jogjanese Endorses of al-Qur''an Literates), yang berikutnya berubah menjadi CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga sampai sekarang. Secara keseluruhan, angkatan pertama PBSB ini telah menyelesaikan studi dengan nilai memuaskan. Adapun angkatan pertama PBSB yang pernah menjabat sebagai Presiden ''JEAL'' kala itu, adalah Sdr. Muammar Zayn Q, S. TH.I. dan pasca berubahnya nama ''JEAL'' beralih menjadi CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga selaku Ketua Umum adalah Sdr. Hasan Mahfudz, S. Th.I. Adapun agenda pencapaian program pada angkatan pertama ini adalah mencanangkan Internalisasi, suatu agenda yang ditujukan untuk memperkuat rasa kekeluargaan organisasi.

PBSB angkatan kedua pun datang di UIN Sunan Kalijaga, tepatnya Jurusan Tafsir-Hadis. Pada angkatan ini, kuota kursi yang disediakan sedikit ada penambahan yang pada angkatan pertama 30 orang, angkatan kedua PBSB 2008 menjadi 40 orang. Nama ''JEAL'' yang mewadahi segala aspirasi dan keinginan anggota sudah mulai beralih nama menjadi CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga. Dari 40 orang anggota dari angkatan kedua PBSB 2008, ada sekitar 2 orang mahasiswa yang masih belum menyelesaikan studi di UIN Sunan Kalijaga. Selebihnya telah berhasil menyelesaikan studi dengan nilai yang memuaskan.

Tampuk kepengurusan pada angkatan ini, dipegang oleh Sdr. Abdul Qodir, S. Th.I. Pada kepengurusan angkatan kedua ini, CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga mulai memperlihatkan eksistensinya di kalangan mahasiswa. Meneruskan pencapaian program dari angkatan pertama, setelah rangkaian menemukan jati diri dan internalisasi, maka perlu mencanangkan ekspansi ke luar dengan mengagendakan Eksternalisasi CSSMoRA ke seluruh elemen masyarakat, baik itu kalangan mahasiswa, masyarakat umum, pondok pesantren maupun tingkat TPA.

Kisah terus berlanjut pada angkatan ketiga PBSB 2009, 52 orang telah tiba di UIN Sunan Kalijaga untuk kembali menunjukkan eksistensinya di dunia kampus. Kuota PBSB yang paling banyak, karena angkatan pertama dan kedua tidak sampai menyentuh angka 50 orang. Dengan angka yang tinggi, CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga telah mampu menunjukkan eksistensinya di dunia kampus dengan melaksanakan beberapa event akbar yang juga menjadi program kerja masing-masing departemen. Adapun agenda pencapaian pada periode ini, adalah peningkatan kontribusi di semua lapisan masyarakat yang bertujuan untuk optimalisasi pengabdian pondok pesantren dan masyarakat. Salah satunya adalah Seminar Nasional dan Konferensi Studi Qur''an dengan tema "In Search For Contemporary Method of Qur''anic Interpretation". Selaku keynote speaker pada acara tersebut adalah Prif. Dr. Amin Abdullah, M.A, Prof. Dr. Machasin, M.A, Dr. Phil. Sahiron, M.A dan KH. Husain Muhammad. Terlaksana pada hari Sabtu, 25 Februari 2012 bertempat di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga. Adapun acara ini terselenggara atas kerja sama dengan BEM-J TH; PAMELLA Supermarket; Radio 107,8 Rasida FM; Kedaulatan Rakyat; Kompas dan Republika. Kegiatan ini merupakan salah satu event dari serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati CSSMoRA Anniversary.

Tahun keempat PBSB, UIN Sunan Kalijaga kembali dipercaya untuk membentuk kepribadian mahasiswa-santri menjadi intelektual muslim dengan kuota yang agak berkurang dari tahun ketiga, yakni sebanyak 40 orang. Dari keseluruhan kuota, terdapat satu orang yang melanggar perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Sehingga konsekuensinya yang bersangkutan harus dikeluarkan dari PBSB. Sampai saat ini, jumlah PBSB UIN Sunan Kalijaga terdapat 39 orang. Adapun yang menjabat sebagai Ketua CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga 2012/2013 adalah Sdr. Pangeran Sri Naga Puspa dengan target pencapaian, membumisasikasn CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga agar kembali mengenalkan CSSMoRA di semua lapisan masyarakat. Pada angkatan keempat ini pula Sdr. Imam Sahal Ramdhani selaku Ketua Umum CSSMoRA Nasional periode 2013/2015 berasal.

Pada kepengurusan Sdr. Pangeran Sri Naga Puspa ini, CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga kembali menunjukkan eksistensinya dengan melaksanakan berbagai event di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Melanjutkan kepengurusan sebelumnya dengan merealisasikan beberapa program kerja yang telah dicanangkan dalam rangkaian CSSMoRA Anniversary. Yakni dengan melaksanakan International Seminar And Conference dengan tema “Approaches to The Study of The Qur''an”. Seminar tersebut terlaksana pada 24 Februari 2013 bertempat di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga. Dengan narasumber, Prof. David R. Vishanoff, Ph.D., Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., Syafaatun Almirnazah, Ph.D, D.Min., Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, MA. dan Samsul Ma’arif, Ph.D. serta Inayah Rohmaniyah, M.Ag, M. Hum. selaku moderator. Acara tersebut didukung oleh penerbit LKiS dan Indosat.

Kisah kembali bergulir sampai pada generasi kelima tahun 2011, UIN Sunan Kalijaga kembali dipercayai untuk mendidik mahasiswa-santri PBSB dengan nominal yang terbilang menurun dari tahun-tahun sebelumnya, yakni menunjuk angka 30. Kuota yang cukup kecil bila dibandingkan dengan angkatan sebelumnya. Eksistensi CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga akan kembali diperlihatkan oleh kepengurusan periode 2013/2014 di bawah komando Sdr.I Lailia Muyasaroh. Menarik untuk kembali kita tunggu kiprah CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga di dunia kampus dan kalangan akademisi. Kepengurusan memang baru berjalan kurang lebih 2 bulan, sehingga program-program yang dicanangkan belum terlaksana dengan optimal. Dengan mengacu GBHO pada kepengurusan-kepengurusan sebelumnya, pada periode di bawah komando Sdr.I Lailia Muyasaroh target pencapaiannya adalah mempertahankan pencapaian kepengurusan sebelumnya dan mencari hal-hal inovatif dan kreatif untuk kembali menunjukkan eksistensinya. Atau bisa dikatakan revitalisasi dan optimalisasi eksistensi CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga di berbagai elemen masyarakat juga perbaikan administrasi dan kesekretariatan.

Sampailah pada generasi termuda, angkatan keenam PBSB 2012 di UIN Sunan Kalijaga kembali mewarnai keberagaman dunia kampus. Dengan jumlah kuota yang disediakan sebanyak 34 kursi. Dengan peningkatan jumlah kuota, diharapkan ke depannya bisa menunjukkan eksistensi CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga dengan kekompakan dan kesolidan anggota yang harus segera dirapatkan. Secara keseluruhan, jumlah anggota CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga sebanyak 226 orang sejak angkatan pertama sampai angkatan terakhir PBSB tahun 2012. Namun, yang menyatakan keluar dari PBSB terdapat 1 orang mahasiswa dari angkatan 2010 atas nama Sdr.I Syarifaturrahmah. Adapun data alumni sebagaimana terlampir. Dan akankah generasi ketujuh PBSB 2013 UIN Sunan Kalijaga kembali tiba di kampus putih, kampus perjuangan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk kembali mewarnai dan menunjukkan eksistensinya. Semoga.

Salam CSSMoRA. Loyalitas tanpa batas.

Dibuat di Yogyakarta,
8 Juni 2013.
Pukul 13.13 WIB.

Sejarah CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga

Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs yang selanjutnya disingkat CSSMoRA merupakan sebuah komunitas yang mewadahi mahasiswa-santri yang tergabung dalam Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Program beasiswa ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI dalam rangka mengembangkan pondok pesantren dan pendidikan Islam. Adapun CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta -dahulu bernama ''JEAL'' (Jogjanese Endorses of al-Qur''an Literates)- merupakan sebuah komunitas mahasiswa-santri penerima beasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi Kementerian Agama RI yang menuntut ilmu di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Program ini di UIN Sunan Kalijaga hanya terdapat di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSPI) - sebelumnya Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam (FUSAP) - prodi atau jurusan Tafsir-Hadis yang bermula pada tahun 2007.

CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga (PTN) ini merupakan struktur organisasi terendah dalam hierarki organisasi CSSMoRA Nasional, di bawah struktur CSSMoRA Regional Tengah. CSSMoRA Nasional sendiri yang pasca Festival Nasional Santri Nusantara di PP. Bahrul Ulum, Jombang pada 2 Desember 2012 diputuskan untuk berpusat di Regional Tengah, tepatnya di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Dengan terpilihnya Sdr. Imam Sahal Ramdhani (yang merupakan Mahasiswa jurusan Tafsir Hadis Angkatan ke IV) sebagai Ketua Umum CSSMoRA Nasional pada Pemilihan Ketua CSSMoRA dalam rangkaian Festival Nasional Santri Nusantara.


Organisasi ini didirikan di Grand Hotel, Lembang, Bandung pada tanggal 12 Desember 2007. Namun, pada saat itu masih bernama CSS (Community of Santri Scholars) yang kemudian disempurnakan menjadi CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religion Affairs) pada Musyawarah Nasional (Munas) I di Prambanan. Dan pada Munas III yang dilaksanakan di Bandung, April 2011, huruf R dalam kata CSSMoRA yang mulanya merupakan singkatan dari Religion diubah menjadi Religious dan diberlakukan sampai sekarang. CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) adalah organisasi yang tidak berorientasikan pada perpolitikan, tetapi pada keilmuan, pengembangan dan pemberdayaan pesantren serta pengabdian masyarakat. Sehingga, menjadikan organisasi ini bersifat otonom dan bebas dari politik praktis.

Keberadaan CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga dilatarbelakangi oleh kebutuhan mahasiswa akan adanya suatu wadah yang menjadi tempat bagi mereka untuk menyalurkan bakat dan minat juga memperkaya wawasan dan pengalaman di dalamnya. Namun, pasca Munas I CSSMoRA Nasional di Prambanan, Jawa Tengah (13-15 Juli 2008) dan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan dan disahkan pada Munas I tersebut, ''JEAL'' (Jogjanese Endorses of al-Qur''an Literates) beralih nama menjadi CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga.

Pada masa awal berdirinya, CSSMoRA amat diharapkan dapat mewadahi aspirasi, minat serta bakat anggotanya. Atas dasar itulah maka pada tahun pertama berdirinya CSSMoRA Sunan Kalijaga yang membentuk enam divisi khusus untuk mewadahi itu semua yakni Divisi Pengembangan Minat dan Bakat (PEMIKAT); Divisi Pengembangan Intelektual; Divisi Pengembangan Bahasa; Divisi Komunikasi dan Informasi (KOMINFO); Divisi Olahraga dan Kesehatan; dan Divisi Tarjamah. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan pergantian struktur kepengurusan, tepatnya pada periode kedua CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga 2009/2010, divisi-divisi yang bernaung dibawah CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mulai berubah sesuai keperluan dan kebutuhan, yakni Departemen Human Resource Development (HRD); Departemen Public Relation (PR); Departemen Journal dan Bulletin; dan Departemen Pengembangan Bahasa dan Tarjamah.

Dengan berbagai pertimbangan, departemen-departemen tersebut pada periode kepengurusan 2010/2011 dirombak total menjadi tiga departemen, yaitu Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM); Departemen Komunikasi dan Informasi (KOMINFO); dan Departeman Pengabdian Pondok Pesantren dan Masyarakat (P3M). Adapun dengan dihapuskannya Departemen Journal dan Bulletin, maka yang mengurus segala perihal terkait kejurnalistikan CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga dinaungi oleh Badan Semi Otonom (BSO) SARUNG.

SARUNG adalah lembaga jurnalistik CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga. Pada awalnya, SARUNG berada di bawah tanggungjawab salah satu Departemen dalam struktur organisasi CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga periode 2009/2010, tepatnya Departemen Journal dan Bulletin. Pada tanggal 10 April 2010, SARUNG sebagai sebuah lembaga semi-otonom dilantik dalam rangkaian acara rihlah ''alamiyyah di Tawang Mangu. Semenjak saat itu, SARUNG menjalani warnanya yang baru dengan semangat dan keanggotaan yang baru. Anggota-anggota tersebut adalah hasil dari seleksi dan pelatihan Jurnalistik Dasar. Akan tetapi, secara struktural dalam bagan CSSMoRA, SARUNG belum mendapatkan pengakuan yang legal. Dan baru pada tanggal 9 April 2011 di Bandung, dalam rangkaian Munas III CSSMoRA Nasional periode 2011/2013, keberadaan Badan Semi Otonom (BSO) diakui dalam AD/ART CSSMoRA Bagian VI Pasal 42.

Pada periode kepengurusan 2011/2012 di bawah komando Sdr. M. Atabik Faza, secara keseluruhan departemen-departemen yang telah ada pada kepengurusan sebelumnya masih dipertahankan. Namun, pada periode ini, terdapat penambahan Departemen yang dinaungi oleh CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga yakni Departemen Penelitian dan Pengembangan (LITBANG). Sehingga pada periode kepengurusan 2011/2012 ini, terdapat 4 departemen dan Badan Semi Otonom SARUNG yang dibawahi oleh CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga. Meski begitu, perubahan-perubahan itu tidak menghapuskan visi-misi CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sehingga yang terikat dalam tiap anggota bukan hanya hubungan secara struktural tetapi lebih kepada hubungan emosional antar individu maupun organisasi. Maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dari hubungan inilah awal mula tumbuhnya organisasi ini, terutama CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga yang sebelumnya bernama ''JEAL''.

Bergulir pada periode kepengurusan 2012/2013 yang dipimpin oleh Sdr. Pangeran Sri Naga Puspa. Pada periode ini, departemen-departemen yang dinaungi oleh CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga secara kuantitatif masih sama dengan periode sebelumnya. Namun,perkembangan dilihat dari kualitatif ada peningkatan yang signifikan, yakni ditunjukkan oleh Departemen Penelitian dan Pengembangan (LITBANG) dengan menerbitkan buku "Yang Membela dan Yang Menggugat" edisi revisi yang terdaftar ISBN (International Standard Book Number). Departemen LITBANG yang masih berusia cukup muda karena dalam struktur CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga masih berjalan 1 periode kala itu. Dan sebuah kebanggaan tersendiri bagi CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga terutama Departemen LITBANG yang telah mampu membuat penerbitan secara mandiri bernama CSS SuKa Press yang beralamat di Pon. Pes. Pangeran Diponegoro, Sembego, Maguwoharjo RT 01/RW 38, Kec. Depok, Kab. Sleman, DIY, 55282.

Pada periode kepengurusan ini juga, ada penambahan satu Badan Semi Otonom LP2A (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Alumni). Adapun yang melatarbelakangi dibentuknya BSO tersebut adalah banyaknya mahasiswa PBSB yang telah menyelesaikan studi di PTN masing-masing. Sehingga, diperlukan adanya wadah untuk saling berkoordinasi dengan anggota pasif CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga tersebut. Secara keseluruhan, periode ini membawahi 4 Departemen dan 2 Badan Semi Otonom, yakni SARUNG dan LP2A.

Dengan telah selesainya masa bakti kepengurusan yang dipimpin oleh Sdr. Pangeran S. Naga P., maka pada periode 2013/2014 kali ini ada hal baru dan tentunya menjadi suatu warna baru dalam sejarah kepengurusan CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga dari masa ke masa. Kini di usia CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga yang mendekati 5 tahun pada Juli 2013, kita memiliki warna dan bingkai baru. Pada periode 2013/2014 ini, estafet kepengurusan CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga dipimpin oleh Sdr.I Lailia Muyasaroh. Dengan berbagai pertimbangan, departemen-departemen dan Badan Semi Otonom yang telah ada pada kepengurusan sebelumnya masih dipertahankan. Kepengurusan di bawah komando Sdr.I Lailia Muyasaroh memang baru bergulir 2 bulan. Belum banyak program kerja yang dicanangkan terealisasikan dalam waktu yang begitu singkat.

Menarik untuk kita tunggu kiprah CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga di bawah komando Sdr.I Lailia Muyasaroh dalam mengarungi dinamika intelektual, pengembangan profesionalisme dan pengembangan keterampilan mahasiswa PBSB berkembang dengan optimal dalam bingkai kepesantrenan, ke-Islam-an dan ke-Indonesia-an beberapa bulan ke depan. Sumbangsih CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga untuk pesantren dan masyarakat harus lebih digemakan. Kesolidan dan kekompakan pengurus serta anggota harus dirapatkan. Sehingga CSSMoRA yang mengabdi untuk negeri pun bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Salam CSSMoRA, Loyalitas Tanpa Batas.

Visi dan Misi CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga

VISI


Terciptanya anggota CSSMoRA yang berorientasi pada keilmuan, pengembangan, dan pemberdayaan pesantren, serta pengabdian masyarakat.

MISI


  1. Mempererat silaturrahim antar anggota CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga.
  2. Mengembangkan minat dan bakat dari anggota CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga.
  3. Mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  4. Mengembangkan jejaring organisasi.
  5. Mempertahankan serta membumikan nilai-nilai kepesantrenan.
  6. Mengoptimalkan peran dan kontribusi anggota CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga dalam bentuk pengabdian terhadap Pondok Pesantren dan Masyarakat.

TUJUAN

Menghasilkan mahasiswa-santri yang mampu mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai kepesantrenan secara komprehensif dan kontekstual dalam dinamika keilmuan dan pengabdian masyarakat.

Catur Prasetya Santri Berprestasi

  1. Kami santri berprestasi berjanji, bertaqwa kepada Allah SWT, Mengamalkan Pancasila dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  2. Kami santri berprestasi berjanji, mengamalkan nilai-nilai
  3. kepesantrenan serta mengabdikan diri terhadap pesantren dan masyarakat
  4. Kami santri berprestasi berjanji, menjungjung tinggi nilai-nilai Kemanusiaan
  5. Kami santri berprestasi berjanji, berperan aktif dalam pembangunan nasional