Sabtu, 13 Agustus 2016

Selamat Mengikuti Orientasi, 2016 Kami.

Selamat Mengikuti Orientasi, 2016 kami
oleh: Triyanti Nurkhikmah

Menjadi bagian dari mahasiswa PBSB, apalagi UIN Sunan Kalijaga, merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Kuliah gratis tanpa berpusing ria dengan UKT dan tetek bengeknya, masuk organisasi keren bernama CSSMoRA, dapat Living Cost setiap bulannya, dan kerennya lagi tetap nyantri di tengah hiruk pikuk Kota Istimewa. Ehh, ternyata satu persatu, adik kelas sudah mulai menginjakkan kaki ke Kota Istimewa. Sugeng Rawuh
Setelah melewati berbagai tahap, akhirnya terpilihlah 30 mahasiswa PBSB UIN Sunan Kalijaga angkatan 10 yang terdiri dari jurusan Ilmu Hadis dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang mengikuti kegiatan orientasi. Menjadi mahasiswa sekaligus santri bukanlah hal yang mudah, namun tak perlu dipersulit juga. Dan hal awal yang harus dilewati adalah “adaptasi”. Ya, kata familiar bagi siapapun yang menjadi bagian baru dalam suatu organisasi, tempat, ataupun perkumpulan lainnya. Tak luput pula adik – adik angkatan 10 ini. Tapi tenang, Dik. Dijamin bisa stay cool deh mengadapi persoalan yang satu ini. Beress.. ada MATRIKULASI.
Matrikulasi: menjadi satu dalam balutan Mahasantri
Kalau kawan – kawan cari di KBBI, kata matrikulasi mempunyai arti pendaftaran calon atau pelamar yg diterima di perguruan tinggi. Namun apabila dihubungkan dengan orientasi, matrikulasi berkenaan arti dengan peninjauan untuk menentukan sikap yang benar. Dalam konteks PBSB, matrikulasi bertujuan untuk memperkenalkan dunia perkuliahan pada para mahasiswa baru. Hal ini diperlukan karena terdapat perbedaan ‘kehidupan sosial’ antara di pesantren yang dulu dengan pesantren-universitas sekarang.
Apa saja manfaat matrikulasi?
Pertama, ta’aruf masing – masing anggota. Kata pepatah, tak kenal maka.. ta’aruf kawan. Di matrikulasi, kita akan mengenal lebih dalam setiap anggota. Melalui berbagai game dan kegiatan yang seru tentunya, para anggota dijamin tak hanya tahu sekedar nama, namun juga berbagai hal satu sama lain. Sehingga dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan, saling memiliki, dan daya emosioanal yang kuat.
Kedua, mengenal dunia perkuliahan lebih dalam. Menjadi mahasiswa yang berasal dari pesantren dengan berbagai uba rampe nya, tentunya perlu sedikit “suntikan” agar tidak kaget dengan kehidupan perkuliahan nantinya. Di sini kita belajar berpikir kritis, berargumentasi, dan tidak takut untuk berbeda pendapat dengan guru atau dosen. Berbeda dengan di pesantren dulu, apa yang diperintahkan maka secara otomatis sami’na wa atha’na dan kita sungkan untuk meluruskan pendapat guru yang kurang sesuai.
Selain itu, yang tak kalah penting adalah mengenal beberapa dosen yang akan mengajar di perkuliahan nanti. Di matrikulasi, peserta berpeluang mengenal lebih dalam para dosen yang menjadi pemateri, tak hanya sekedar transfer ilmu namun juga bercerita mengenai pengalaman – pengalaman emas beliau – beliau. Seru kan?
Selamat mengikuti kegiatan matrikulasi, 08 – 14 Agustus  2016 bertempat di Hotel Satya Nugraha Yogyakarta.
Selamat bersatu dalam mahasantri dan CSSMoRA angkatan sepuluh ku!




Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar