Sabtu, 04 Maret 2017

Perkuat Loyalitas, CSSMoRA Adakan Temu Regional Tengah

Perkuat Loyalitas, CSSMoRA Adakan Temu Regional Tengah

YOGYAKARTA—CSSMoRA Nasional melalui Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) mengadakan temu regional tengah pada Jum’at-Sabtu (3-4/3/17). Kegiatan bertajuk “TEMULAWAK-Temukan Loyalitas dalam Wadah Kekeluargaan” ini merupakan langkah CSSMoRA untuk mempererat solidaritas anggota antar PTN. Regional tengah sendiri terdiri dari tiga perguruan tinggi penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), yakni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada dan UIN Walisongo Semarang.
Acara pembukaan dihadiri oleh Bapak Marsudi, M.Pd.I selaku Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sambutannya beliau mengajak anggota CSSMoRA untuk menjalin akses dengan Kemenag di wilayah masing-masing.
“Kalian ini memiliki tanggung jawab moral terhadap Kementrian Agama. Maka saya berpesan, jalinlah akses dengan Kemenag di wilayah masing-masing. Terutama yang di DIY, yaitu UIN Suka dan UGM, sering-seringlah berkunjung ke kantor kami”, katanya pada acara yang dilaksanakan di aula Wisma Sejahtera 3 Kaliurang, DIY.
Ketua CSSMoRA Nasional periode 2016-2017 juga turut hadir sekaligus mebuka acara secara resmi di hadapan anggotanya. Ia menganggap acara ini begitu penting agar anggota antar PTN saling mengenal. Ia juga menceritakan sebuah pengalaman di Bandung ketika bertemu dengan seorang anggota CSSMoRA dari PTN lain.
“Saya tanya program apa. Terus dia bilang PBSB, wah sama. Lalu saya perkenalkan diri. Bahkan dia harus chat temennya dulu baru tau kalau saya ketua nasional”, tutur Muhammad Zidni Nafi’ yang merupakan mahasiswa di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Usai pembukaan, acara pada Jum’at (3/3) malam itu dilanjutkan dengan perkenalan anggota yang di pandu oleh perwakilan angkatan dari masing-masing PTN. Bahkan, anggota dari UIN Walisongo memperkenalkan diri dengan menampilkan video profil mereka di hadapan anggota lain. Lalu kegiatan dilanjutkan dengan Pentas Seni  mewakili PTN masing-masing.
Pada Sabtu (4/3) pagi kegiatan dilanjutkan dengan out bound yang dipandu oleh panitia dari anggota CSSMoRA. Pembagian kelompok pun dilakukan secara acak. Hal ini diharapkan dapat menambah keakraban anggota antar PTN maupun antar angkatan. Para peserta sangat kompak melewati setiap pos dan mengikuti  tantangan-tantangan yang diberikan.
Kegiatan ‘Fresh Share’ juga menjadi bagian penting dalam acara ini. Panitia mengundang Lailia Muyasaroh yang merupakan alumni PBSB UIN Sunan Kalijaga angkatan 2011 untuk berbagi inspirasi. Turut hadir juga pengelola PBSB dari UIN Sunan Kalijaga, KH. Dr. Abdul Mustaqim bersama Dr. Alfatih Suryadilaga, Dr. Saifuddin Zuhri Qudsy dan Dr. Afdawaiza. Sesi ini membincangkan seputar pengabdian setelah lulus, yang mana hal itu merupakan salah satu komitmen penerima PBSB. Dipandu oleh Firliyanto (CSSMoRA UIN Walisongo), kegiatan dengan konsep talk show ini diawali dengan nasihat-nasihat dari KH. Dr. Abdul Mustaqim.
“Program ini harus dimaknai sebagai amanah. Ada tugas dan tanggung jawab, ‘addil amanah ‘ala ahsani wajhin. Lihatlah mahasiswa lain yag harus bekerja untuk bertahan hidup dan biaya kuliahnya. Anda lebih beruntung, laksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Amanah ini bukan hanya dari Kemenag, tapi juga amanah dari orang tua dan pondok pesantren yan mengutus anda”, papar  Beliau. Beliau juga menambahkan bahwa birrul walidain dalam konteks perkuliahan adalah dengan lulus tepat waktu. Itulah bentuk konkret berbakti pada orang tua dalam konteks ini.
Berkenaan dengan pengabdian pasca lulus, Beliau juga menjelaskan bahwa pengertian mengabdi jangan dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan. Bahkan itu harus dinikmati sebagai sesuatu yang menyenangkan. Hal ini pun semakin diperkuat dengan hadirnya Lailia Muyasaroh sebagai alumni PBSB yang tengah mengabdi di Pondok Pesantren Ali Maksum Yogyakarta.
“Ya mungkin kita menganggap ngabdi itu berat. Padahal mengabdi itu tidak juga membatasi gerak kita. Saya sambil ngabdi juga melanjutkin studi S2 di UIN Suka. Bahkan saya melanjutkan studi dengan biaya sendiri. Jadi jangan takut kesulitan akses untuk melanjutkan studi”, kata Lailia yang juga pernah menjabat Ketua Umum CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga periode 2013-2014.
Para peserta sangat antusias mendengarkan pesan-pesan yang disampaikan. Selanjutnya diadakan moment tukar kado secara acak. Canda tawa mengiringi pengambilan kado sambil menyanyikan mars CSSMoRA. Kegiatan pun diakhiri dengan saling berjabat tangan antar anggota. (Rayhan)



Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar