Rabu, 26 April 2017

Mengenali Diri dalam Organisasi Lewat Agenda Bernama Follow-Up Kaderisasi



Mengenali Diri dalam Organisasi
Lewat Agenda Bernama Follow-Up Kaderisasi
Oleh: Mohamad Abdul Hanif*

Follow-up ini merupakan sebuah tindak lanjut dari kaderisasi anggota baru CSSMoRA atau lebih tepatnya mahasiswa penerima PBSB di UIN Sunan Kalijaga angkatan 2016 yang telah diselenggarakan beberapa bulan yang lalu di sebuah pantai yang disebut Pantai Baru. Dalam kaderisasi ini dijelaskan berbagai hal mengenai ke-CSSMoRA-an UIN Sunan Kalijaga termasuk di dalamnya pengenalan terhadap beberapa divisi yang ada di dalam kepengurusan CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga (baca:UIN SUKA) seperti divisi kominfo, PSDM dan lain-lain serta perihal mengenai aktivitas yang lazimnya ada pada suatu organisasi seperti sidang dan perancangan AD ART serta lainnya.
Kaderisasi CSSMoRA ini sebenarnya merupakan kaderisasi perdana yang diadakan oleh CSSMoRA UIN SUKA. Sebelumnya, yakni pada tahun angkatan 2015 serta tahun-tahun sebelumnya tidak diadakan acara ini. Namun dengan mempertimbangkan berbagai hal yang salah satunya adalah karena sebagian PTN dan PTIN lain mitra PBSB sudah terlebih dahulu mengadakannya, maka akhirnya diadakanlah kaderisasi ini beserta follow-upnya yang diadakan berkala setiap tiga atau empat bulan sekali sebanyak tiga kali.
Sebelumnya telah dilaksanakan follow-up yang pertama di Alun-alun Kidul (Alkid) dengan materi analisis sosial, lalu beberapa bulan setelahnya diadakan follow-up yang kedua bertempat di Hutan Pinus Mangunan dengan materi persidangan dan AD ART. Dan beberapa hari yang lalu diadakan yang terakhir di tempat yang menurut sebagian anggota CSSMoRA UIN SUKA angkatan 2016 adalah tempat yang istimewa dan spesial yakni joglo Ponpes LSQ Ar-Rahmah, tempat di mana para mahasiswa santri PBSB putra mengkaji kitab-kitab kuning baik yang klasik maupun yang kontemporer, tempat di mana ketenangan untuk menghafal ayat-ayat Al-Quran diperoleh.
            Follow-up ketiga ini telah diselenggarakan dengan baik dan lancar pada hari senin tanggal 24 April 2017 tepatnya pada pukul 10:00 WIB di joglo LSQ Ar-Rahmah. Materi kali ini diisi dengan topik mengenai analisis diri dalam organisasi dilanjutkan setelahnya dengan sosialisasi mengenai divisi-divisi yang ada dalam kepengurusan CSSMoRA yang disampaikan oleh perwakilan dari masing-masing divisi. Materi mengenai analisis diri dalam organisasi disampaikan dengan baik oleh saudara Lukman Hakim (2014) selaku ketua CSSMoRA UIN SUKA dan dimoderatori oleh saudara Farid Abdillah. Dalam pemaparannya Lukman Hakim menjelaskan urgensi analisis diri ini, menurutnya dalam suatu organisasi seorang anggota harus mengetahui arah minat dan passion dirinya sendiri sehingga dapat menentukan pilihan akan masuk memperdalam pada divisi yang mana. Beliau menambahkan pula bahwasanya  minat dan passion seseorang tidak dapat dipaksakan, artinya jika minatnya ada pada divisi A namun dimasukkan secara paksa dalam divis B maka hasilnya tidak akan maksimal.
Setelah materi mengenai analisis diri dalam organisasi disampaikan, beranjaklah saatnya ke sesi pertanyaan. Terdapat beberapa pertanyaan yang menyeruak diajukan oleh peserta follow-up ini. Salah satu pertanyaan yang patut diinformasikan adalah mengenai otoritas dalam suatu organisasi. Problem yang diilustrasikan adalah saat seorang anggota suatu organisasi yang tidak menjabat pangkat apapun dalam struktur kepengurusan organisasi hanya sebagai anggota, namun dia menemukan adanya sebuah kejanggalan dan ketidakberesan pada diri ketua atau kebijakannya misalkan lalu dalam hati dia sebenarnya ingin memperingatkan atau merubah ketidakberesan tersebut akan tetapi di sisi lain dia tidak punya otoritas untuk melakukannya. Solusi yang ditawarkan oleh pemateri adalah dengan menyampaikan keluhan dan unek-unek tersebut kepada ketua tanpa harus ada kekhawatiran mengenai otoritas yang tidak dimiliki atau jika memang terasa kurang etis bisa disampaikan kepada orang-orang yang dekat dengan ketua tersebut.
Setelah sesi pertanyaan ini selesai, dilanjutkan lagi dengan sosialisasi divisi-divisi dalam CSSMoRA beserta program kerjanya. Sosialisasi ini dilakukan oleh perwakilan masing-masing divisi. Sejauh yang penulis ingat terdapat empat divisi yang telah mensosialisasikan dirinya dan program kerjanya, yaitu: divisi litbang, kominfo, PSDM dan P3M. Masing-masing divisi telah memaparkan dan mensosialisasikan program-program kerjanya dengan baik sehingga memunculkan beberapa pertanyaan dari peserta. Maka dibukalah sesi pertanyaan mengenai program-program kerja dari setiap divisi. Terdapat satu pertanyaan yang sangat menarik untuk dibahas, yakni mengenai pelatihan aplikasi-aplikasi penunjang perkuliahan seperti Maktabah Syamilah dan Mausu’ah Hadis bagi angkatan baru yang dihapuskan secara permanen dengan alasan adanya mahasiswa yang belum mempunyai laptop atau notebook. Penanya sangat menyayangkan dihapusnya program kerja produk divisi litbang ini. Pasalnya program kerja ini sangatlah bermanfaat bagi mahasiswa dan alasan penghapusannya pun -yaitu adanya beberapa yang belum punya laptop- dapat dihindari dengan melaksanakannya pada semester II sehingga seluruh mahasiswa anggota CSSMoRA UIN SUKA angkatan baru sudah mempunyai laptop semua. Pertanyaan sekaligus masukan ini pun dijawab oleh perwakilan divisi litbang dengan cukup baik. Alasan dihapusnya program kerja ini adalah problem yang telah dijelaskan sebelumnya dan alasan kenapa tidak dilaksanakan pada semester II saja adalah sistematika program kerja yang memang harus terancang dari awal mandat bukan di tengah.
Sesi pertanyaan mengenai program kerja divisi selesai pada pukul 12:10 WIB dan sesi pertanyaan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian acara follow-up kaderisasi CSSMoRA UIN SUKA. Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dengan menu yang telah disediakan oleh panitia.
Terdapat satu hal yang masih sangat mengganggu di pikiran penulis. Hal itu adalah mengenai keterlambatan dimulainya acara ini. Informasi yang dipublikasikan sebelumnya adalah pukul 8:00 merupakan waktu dimulainya acara ini, namun realitasnya acara ini delay dan molor dimulai hingga jam menunjukkan pukul 10:00 WIB. Fenomena ini (baca:jam karet) mungkin sudah melekat namun tak seharusnya dilestarikan. Maka dibutuhkan tekad bersama untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini sehingga nantinya tidak berakibat fatal bagi setiap individu dan organisasi secara umum.
*Mahasiswa aktif prodi Ilmu Hadis Semester II fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar