Minggu, 04 Juni 2017

Ribetnya Berencana

Oleh: Hendriyan Rayhan*

Perencanaan merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah pepekerjaan. Bahkan sebuah pepatah menyebutkan, “Good plan is a half work done”, perencanaan yang baik itu menyelesaikan setengah pekerjaan. Ada ungkapan lain bahwa tidak merencanakan kesuksesan berarti sama dengan sedang merencanakan kegagalan. Artinya tidak merencanakan sesuatu yang positif sama saja sedang merencanakan hal-hal negatif. Saya teringat pemaparan guru saya ketika menafsirkan QS al-Hasyr [59]: 18 yang kurang lebih begini terjemahnya:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Biasanya memang hari esok (ghad) itu yang dimaksud adalah akhirat, termasuk dalam terjemahan yang saya kutip di atas. Nah, lalu apa hubungannya dengan perencanaan. Perhatikan dalam ayat tersebut ada dua kali penyebutan perintah takwa (ittaqullah). Ternyata di antara dua perintah takwa itulah ada isyarat untuk membuat perencanaan. Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, begitu. Beliau menyimpulkan bahwa ciri orang takwa itu ialah mereka yang senantiasa membuat perencanaan-perencanaan untuk kebaikan di masa mendatang. Jadi, sedemikian penting perencanaan itu, sampai-sampai diapit oleh dua perintah takwa dalam ayat tersebut.
Membuat perencanaan itu memang bukan perkara mudah. Sebab semakin matang sebuah perencanaan, maka semakin membuat mudah pula jalan mencapai tujuan. Meskipun, dalam konteks organisasi, terkadang saya cukup galau juga berlama-lama di ruang rapat untuk menyusun sebuah perencanaan. Akan tetapi semua itu justru akan terasa nikmatnya ketika organisasi sudah berjalan. Karena perencanaannya jelas, maka program-program pun cepat tuntas.
Sekira sebulan lalu saya ikut hadir dalam Musyawarah Nasional CSSMoRA di Bogor. Di antara agendanya adalah merumuskan AD/ART hingga Program Kerja untuk satu tahun ke depan, serta GBHO untuk empat tahun ke depan. Perencanaan jangka panjang ini pun memakan waktu yang sangat panjang pula. Selintas terpikir dalam benak saya bahwa mereka terlalu mempersulit diri, berbelit-belit, ribet dan pikiran negatif lainnya. Sebab satu topik ditanggapi oleh banyak otak hingga seolah jauh pada titik temu. Hingga kemudian saya renungi lagi pandangan tersebut. Ya, ternyata hasil rumusan itu memang benar-benar penting dalam perjalanan organisasi. Bahkan seringkali AD/ART maupun GBHO itu seperti menjadi rambu-rambu dan landasan dalam perjalanan organisasi. Di sanalah terasa manfaatnya berlama-lama dan bersusah-payah dalam perencanaan.
Nah, kemarin CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga melaksanakan Musyawarah Kerja untuk merencanakan program-program yang akan dilakukan satu tahun ke depan. Meski kini nama saya tak lagi tercatat dalam jajaran nama-nama pengurus, tapi ternyata masih diajak untuk kembali ‘bermain’ bersama SARUNG. Akhirnya turut mendapat undangan juga sebagai Kru SARUNG. Terjadilah betapa rumitnya membuat perencanaan-perencanaan itu. Bahkan terkadang ada silang pendapat di antara peserta rapat. Ada yang berpandangan suatu program itu penting, sementara yang lainnya berpendapat itu tidak penting karena ada program lain yang lebih penting. Ada yang sangat yakin suatu program itu dapat dilakukan, namun terkadang ada juga yang menyatakan itu kemungkinan besar tidak berhasil.
Berbagai pandangan bermunculan. Apalagi ada beberapa demisioner yang tentu lebih berpengalaman juga turut bicara. Di sisi lain juga ada orang-orang baru yang memilki semangat begitu besar untuk memajukan organisasi ini. Seolah ada persinggungan antara yang berpengalaman dengan yang berekspektasi. Segala argumen diluapkan selogis mungkin. Hingga hal-hal detail terkadang turut didiskusikan demi kematangan perencanaan. Apalagi urusan dana, meski uang bukanlah segalanya, ternyata segalanya seolah harus ada uang. Kesannya memang berbelit-belit, tapi begitulah membuat perencanaan yang baik. Seolah sedang menyelesaikan setengah pekerjaan.
Saat ada waktu break ada seorang yang berkata, “Kok lebih-lebih dari LPJ-an pas Mubes yo.”
“Iya Gus, ini kan merencanakan untuk yang akan datang. Kalo LPJ itu cuma ngomongin yang udah terjadi. Kayak cerita aja gitu,” kata saya.
Begitulah. Mungkin terkadang menceritakan masa lalu itu lebih mudah, sebab ia berkaitan dengan sesuatu yang sudah jelas terjadi. Walaupun ada masa lalu tertentu yang berat diingat apalagi diceritakan, biarlah masa lalu (ups, ini bukan dalam konteks organisasi). Sementara perencanaan itu berbicara tentang masa depan yang abstrak. Belum jelas dan mengawang-awang. Maka sejak acara dimulai pukul sepuluh pagi, saya baru bisa pulang lebih dari jam delapan malam. Meskipun sebenarnya saya pun tidak terlalu berkontribusi apalagi menguras otak di sana. Perencanaan yang baik memang harus menguras otak. Karena perencanaan baik itu seolah membuat sampai di tujuan sebelum pergi.
Setelah melewati proses panjang, akhirnya Musyker kemarin menghasilkan perencanaan program kerja yang disepakati. Meski ada yang aneh saat Musyker kemarin, yaitu tidak ada konsumsi makan siang atau sekedar air mineral, namun sangat jelas luapan semangat dari para pesertanya. Akhirnya, tulisan sederhana ini hanya sekedar refleksi dari orang yang tak bisa berbuat banyak. Jalan terjal mungkin sedang melambai di depan sana. Semoga semangat dalam perencanaan itu tetap hidup dan menyala hingga akhir nanti. Sebagai penutup, mari ingat kembali pesan-pesan berikut ini.
“Lepas almamater organisasi lain ketika berada di CSSMoRA. Kita perlu orang-orang yang mempunyai dedikasi tinggi untuk CSSMoRA yang lebih baik. Mulai hari ini tongkat estafet kepengurusan beserta program kerja berada di pundak kalian” –Luqman Hakim, ketua CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga 2016-2017 saat Pelantikan Pengurus 2017-2018
“Saya bukan yang terbaik di antara kalian. Saya hanya harus memilki kaki dan tangan yang lebih kuat untuk kalian. Tanpa kalian, saya bukan apa-apa” –Melati Ismaila Rafi’i, ketua CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga 2017-2018 saat Musyawarah Besar dan Pemilihan Umum 2017


*Kru SARUNG

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar