Senin, 02 Oktober 2017

Pelatihan Jurnalistik: Dari Bermimpi, Membangun Motivasi, Hingga Berkarya di Dunia Literasi

Yogyakarta, cssmorauinsuka.net-­ CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga baru saja mengadakan agenda tahunan pada Minggu, 01 Oktober 2017 lalu. Kegiatan dengan nama Pelatihan Jurnalistik ini merupakan salah satu program kerja dari Departemen Jurnalistik yang diselenggarakan bersama dengan Kru Sarung. Para peserta yang hadir dalam kegiatan ini merupakan anggota CSSMoRA aktif angkatan 2017 (bersifat wajib) serta angkatan-angkatan selain 2017 yang bersifat sunnah, mulai dari angkatan 2016, 2015, 2014, hingga angkatan 2013. Meskipun acara tersebut hanya mengambil tempat di pendopo LSQ ar-Rahmah, namun para peserta tetap nyaman dan antusias pada penjelasan pemateri.
Acara yang mengangkat tema “Kala Pena Bercerita” tersebut diawali dengan serangkaian pembukaan dan sambutan-sambutan dari pengelola PBSB dan Ketua Umum CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga serta ketua panitia Pelatihan Jurnalistik. “Acara Pelatihan Jurnalistik ini diadakan untuk memfasilitasi teman-teman angkatan 2017 untuk mendalami kepenulisan, baik fiksi maupun non-fiksi.” Ujar Ketua Panitia Pelatihan Jurnalistik, Triyanti Nurkhikmah. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Umum CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga, Melati Isma’ila Rafi’i.
Selepas rangkaian acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai kepenulisan fiksi yang disampaikan oleh Daruz Armedian, seorang mahasiswa Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Pemuda asli Tuban tersebut menyampaikan materi mengenai ke-sastra-an, yang mencakup cerpen dan puisi. Dalam penyampaian materinya tersebut, ia menekankan, untuk banyak membaca dan menulis minimal 200 kata per hari jika ingin menjadi penulis yang hebat. “Dan yang terpenting, jangan lupa untuk bermimpi. Setiap dari kalian harus mempunyai mimpi. Tanpa mimpi, seorang tidak akan hidup.” Ujar mahasiswa yang telah menelurkan banyak karya tersebut. Dalam sesi pertama tersebut, Mas Daruz, sapaan akrabnya, memberikan kesempatan kepada para peserta untuk membuat sebuah paragraf yang telah ditentukan ketentuannya. Alhasil, salah seorang anggota CSSMoRA angkatan 2013, Maftuchah, berhasil mendapatkan buku karya Mas Daruz beserta tanda tangannya, berkat paragrafnya yang dinilai bagus.
Setelah sesi pertama, acara diteruskan ke sesi kedua, yang membahas mengenai kepenulisan non-fiksi. Sesi kedua diisi oleh salah seorang jurnalis dan penulis novel Haji Backpacker, Aguk Irawan. Materi yang diberikan olehnya yakni tulisan-tulisan yang tercakup dalam ranah non-fiksi, yakni artikel, essay, maupun opini. Dalam penyampaian materinya, novelis terkenal tersebut juga memberikan masukan-masukan, serta motivasinya agar para peserta termotivasi untuk terus menulis dan berkarya. “Dalam menulis itu, 90% merupakan motivasi, sedangkan 10 % sisanya hanyalah teknik. Tanpa motivasi yang besar, seorang penulis akan susah menggerakkan penanya di kertas meskipun sudah memiliki ilmu kepenulisan yang luas dan teknik yang bagus.” Ujar penulis buku Peci Miring tersebut.
Di sela-sela sesi tersebut, para peserta juga diminta untuk menuliskan dua buah tulisan, yaitu fiksi dan non-fiksi. Dalam secarik kertas tersebut, para peserta menuliskan gagasan, ide-ide, maupun imajinasi mereka dengan mengandalkan materi yang telah disampaikan sebelumnya.

Terakhir, acara tersebut ditutup dengan poto bersama antara peserta, panitia, dan juga Pak Aguk Irawan. (Ahn)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar