Sabtu, 17 Februari 2018

Puncak Bakti Sosial dan Festival Budaya, CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Selenggarakan Pengajian dan Shalawat Bersama


Bantul-cssmorauinsuka.net. Kemarin (17/02) CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga bersama beberapa mitra kerja sama menyelenggarakan Pengajian dan Sholawat Akbar di PP Al-Imdad II, Pajangan, Bantul. Acara yang merupakan puncak dari rangkaian event SERSANTARA (Semarak Santri Nusantara) yang ke-10 ini terselenggara atas kerja sama CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga dengan berbagai mitra, diantaranya CSSMoRA UGM, Ngasah Jiwo ISI, IPNU-IPPNU Kec. Pajangan serta PP Al-Imdad.
Antusiasme santri dan masyarakat terlihat sejak pukul 19.30, mereka mulai berdatangan mengisi kursi-kursi plastik di depan panggung utama. Sri –salah satu hadirah—menuturkan, dirinya datang dari tetangga desa, menyengaja untuk menghadiri pengajian malam itu. “Nggolek ilmu (cari ilmu-red) mbak, sekaligus menghabiskan waktu malam dengan shalawat. Ini kan juga di pondok, itung –itung ngalap berkah Pak Yai (sekalian minta barokah Pak Kyai-red). Selain itu, jamaah perempuan lebih banyak daripada jamaah laki-laki. Hal ini terlihat ketika acara dimulai, kursi untuk jamaah putri sudah penuh, sementara untuk laki-laki masih sepertiga bagian yang terisi.
Sebelum pengajian dimulai, hadirin disambut dengan dendangan shalawat dari Grup Hadrah PP Al-Imdad putra selama kurang lebih satu jam. Pukul 21.00, pengajian dimulai dan dipandu oleh MC. Dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Andy Rosyidin dan menyanyikan lagu Indonesia Raya  yang dipimpin oleh Isnaini. Sambutan disampaikan oleh perwakilan panitia, perwakilan yayasan dan oleh pengasuh PP Al-Imdad sekaligus mujahadah bersama.
Acara inti berupa mau’idzah hasanah disampaikan oleh KH. Asyhari Abta. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa menghadiri pengajian sama artinya dengan menuntut ilmu, “Sopo wonge menyang golek ngilmu, malaikat bakal ngenut mbureni” (Barang siapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, maka para malaikat akan mengikutinya-red). Selain itu, beliau juga menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatannya. Setidaknya panitia harus mengatur sedemikian rupa agar acara tetap berlangsung. “Awalnya beliau bersedia hadir pukul 21.00. Akan tetapi, karena ada acara mendadak maka pukul 23.00 baru bisa hadir,” ujar Irfan, selaku ketua umum Panitia Bakti Sosial dan Festival Budaya.
Farid –selaku koor paniitia gabungan— menuturkan, panitia dalam hal ini telah berusaha secara maksimal. Adapun hal-hal lain yang di luar kendali, dapat dijadikan pelajaran untuk ke depannya. “Yang terpenting adalah bagaimana mengkondisikan para jamaah, karena beberapa bagian telah dihandle oleh teman-teman santri dari PP Al-Imdad. Panitia gabungan ini disebar di beberapa titik, seperti tukang parkir, penerima tamu, dan pembagi konsumsi.”

Rangkaian acara Bakti Sosial di hari kedua telah usai dan dilanjutkan acara berikutnya di hari ketiga. Salam sukses untuk segenap panitia dan seluruh anggota yang ikut berpartisipasi dalam acara ini! (try)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar