CSSMoRA

CSSMoRA merupakan singkatan dari Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs, yang berarti Komunitas Santri Penerima Beasiswa Kementrian Agama

PBSB

Program ini memberikan kesempatan kepada para santri dari berbagai Pondok Pesantren untuk mengenyam pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia.

Pesantren

Para santri yang menerima beasiswa ini dikuliahkan hingga lulus untuk nantinya diwajibkan kembali lagi mengabdi ke Pondok Pesantren asal selama minimal tiga tahun.

Kamis, 14 Juni 2018

Merenungi Kembali Makna Hari Kemenangan

            Ramadan telah berlalu meninggalkan duka dan pilu bak disayat sembilu. Bagaimana tidak? bulan Ramadan yang penuh berkah dan keistimewaan telah beranjak pergi.  Semua keistimewaan yang hanya ada di bulan nan mulia itu kini harus menemui ujung. Tidak ada lagi keberkahan malam lailatul qadar,  tidak ada lagi puasa sebulan penuh, tidak ada lagi tarawih. Ramadan akan digantikan dengan bulan Syawal yang khas dengan hari raya Idul Fitri.
            Terdapat beragam penafsiran mengenai arti dari kata Idul Fitri. Kata Id berasal dari kata ‘aada-ya’uudu yang artinya kembali, sedangkan fitri bisa berarti berbuka puasa untuk makan dan bisa juga diartikan  suci. Kata fitri yang bermakna berbuka puasa diambil dari akar kata ifthar (sighat mashdar afthara-yufthiru). Oleh karena itu pada saat hari raya Idul Fitri 1 Syawal Allah mensunahkan makan dan minum sebelum hendak melaksanakan salat id, meskipun makan atau minum itu hanya sedikit. Hal itu merupakan tanda bahwa hari raya Idul Fitri adalah waktu untuk berbuka dan bahkan haram berpuasa di hari itu.
 Idul Fitri, kembali ke fitrah begitu sebagian orang menyebutnya adalah suatu hari raya yang diagungkan umat Islam selepas menjalankan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh. Kembali fitri atau kembali suci berarti kembali bersih jiwa dan raga setelah sebulan penuh menahan diri dari hal-hal yang diharamkan. Tidak hanya menahan diri dari hal-hal yang diharamkan saja, bahkan makan dan minum yang pada awalnya dihalalkan juga harus ditahan hingga azan magrib berkumandang. Setelah sebulan lamanya menahan  diri, saat hari raya Idul Fitri inilah kita bisa dianggap kembali suci layaknya bayi. Hal itu jika kita menjalankan puasa serta ibadah-ibadah lainnya dengan sepenuh hati serta menjauhi dosa.
            Hari kemenangan telah tiba. Seluruh umat Islam menyambut dengan riang gembira. Tapi coba kita renungkan kembali apakah sebenarnya hakikat dari hari kemenangan itu. Hakikat dari hari raya Idul Fitri sendiri dapat kita pahami jika kita mengerti apakah sebenarnya tujuan dari puasa di bulan Ramadan. Tujuannya adalah untuk menjadikan hamba bertakwa. Jadi makna utama yang harus kita renungkan dari hari raya Idul Fitri adalah bagaimana ibadah puasa itu dapat menjadikan kita hamba yang bertakwa serta menjauhkan diri dari dosa. Sebab kebanyakan orang hanya menjadikan Ramadan sebagai saat untuk menjeda dosa, bukan sebagai ajang latihan diri untuk terus-menerus menjauhi dosa. Setelah ditempa selama sebulan penuh maka sia-sia saja jika selepas bulan Ramadan kita tidak menjadi lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya.
            Hari raya Idul Fitri sendiri harus dimaknai secara positif. Tidak dimaknai dengan hal-hal yang berlebihan seperti menghambur-hamburkan uang untuk berbelanja. Terdapat beragam cara untuk menjadikan hari raya ini menjadi lebih bermakna, baik dengan silaturahmi ke sanak saudara, berziarah kubur, ataupun dengan berkumpul dengan keluarga. Semoga dengan momen hari raya ini amalan-amalan kita diterima oleh Allah, sehingga menjadikan batu lonjakan untuk menjadi hamba yang bertakwa. Taqabbal Allahu minna wa minkum shiyaamana wa shiyaamakum, semoga Allah menerima amalan saya dan amalan kamu, amalan puasa saya dan puasa kamu.(Akr)

Minggu, 10 Juni 2018

UIN Sunan Kalijaga Kembali Menerima 40 Mahasiwa PBSB


Yogyakarta – Senin (04/05), 40 santri dinyatakan lulus seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2018 setelah melalui beberapa seleksi. Pengumuman yang dikeluarkan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (DITPDPONTREN) Kemenag menyatakan bahwa ada 262 santri yang dinyatakan lulus pada pilihan program studi di 12 Perguruan Tinggi Mitra (PTM) PBSB.
Pada seleksi tahun ini ada perbedaan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain peserta yang mendaftar semakin banyak, juga banyak pendaftar yang berasal dari pendidikan Diniyah formal dan Takmiliyah. Santri lulusan kedua pendidikan tersebut juga bisa bersaing dengan santri lulusan madrasah aliyah swasta pada seleksi PBSB tahun ini.
UIN Sunan Kalijaga mendapatkan kouta 40 mahasiswa yang akan diterima pada dua program studi, yaitu Ilmu Alquran dan Tasfir serta Ilmu Hadis. Masing-masing prodi memilki kuota sebanyak 20 mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, Alfatih Suryadilaga selaku pengelola PBSB UIN Sunan Kalijaga menyatakan bahwa sebenarnya penambahan kouta tersebut tidak ada. “Sebenarnya istilah yang tepat yaitu pengembalian kouta sama seperti pada tahun 2015, ada 20 mahasiswa yang diterima per-prodi : IAT dan ILHA.” jelasnya
Mengenai pengunduran diri dari PBSB, ia menjelaskan bahwa tahun ini ada kebijakan yang menyatakan bahwasanya pengunduran diri diajukan maksimal empat hari setelah pengumuman hasil seleksi. Bagi mereka yang mengundurkan diri dari PBSB maka secara otomatis akan digantikan oleh cadangan yang telah disiapkan. Lewat wawancara via media sosial ia juga menjelaskan, “Khusus di UIN Jogja, yang mundur hanya ada satu orang tahun ini dan telah digantikan oleh cadangan.”
Adapun peserta yang mendaftar PBSB di UIN Sunan Kalijaga pada tahun ini ada sekitar 950 santri, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah sekitar 730 santri. Peserta yang memilih prodi Ilmu Alquran dan Tafsir masih lebih banyak dibanding dengan prodi Ilmu hadis. Namun, penerimaan tetap diratakan jumlahnya pada setiap prodi. " Pertimbangan tahun ini yang diterima adalah yang lebih banyak hafalannya.” Lanjutnya.
Penerimaan PBSB tahun ini afirmatif, karenanya dari semua provinsi di Indonesia masing-masing ada yang diterima. Jawa Timur sebagai provinsi terbanyak yang pesertanya berhasil lulus seleksi. Terkahir, ia menjelaskan bahwa sedikit banyaknya mahasiswa yang diterima pada PBSB juga disesuaikan dengan anggaran dari Ditpontren. (Ai)