Minggu, 10 Juni 2018

UIN Sunan Kalijaga Kembali Menerima 40 Mahasiwa PBSB


Yogyakarta – Senin (04/05), 40 santri dinyatakan lulus seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2018 setelah melalui beberapa seleksi. Pengumuman yang dikeluarkan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (DITPDPONTREN) Kemenag menyatakan bahwa ada 262 santri yang dinyatakan lulus pada pilihan program studi di 12 Perguruan Tinggi Mitra (PTM) PBSB.
Pada seleksi tahun ini ada perbedaan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain peserta yang mendaftar semakin banyak, juga banyak pendaftar yang berasal dari pendidikan Diniyah formal dan Takmiliyah. Santri lulusan kedua pendidikan tersebut juga bisa bersaing dengan santri lulusan madrasah aliyah swasta pada seleksi PBSB tahun ini.
UIN Sunan Kalijaga mendapatkan kouta 40 mahasiswa yang akan diterima pada dua program studi, yaitu Ilmu Alquran dan Tasfir serta Ilmu Hadis. Masing-masing prodi memilki kuota sebanyak 20 mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, Alfatih Suryadilaga selaku pengelola PBSB UIN Sunan Kalijaga menyatakan bahwa sebenarnya penambahan kouta tersebut tidak ada. “Sebenarnya istilah yang tepat yaitu pengembalian kouta sama seperti pada tahun 2015, ada 20 mahasiswa yang diterima per-prodi : IAT dan ILHA.” jelasnya
Mengenai pengunduran diri dari PBSB, ia menjelaskan bahwa tahun ini ada kebijakan yang menyatakan bahwasanya pengunduran diri diajukan maksimal empat hari setelah pengumuman hasil seleksi. Bagi mereka yang mengundurkan diri dari PBSB maka secara otomatis akan digantikan oleh cadangan yang telah disiapkan. Lewat wawancara via media sosial ia juga menjelaskan, “Khusus di UIN Jogja, yang mundur hanya ada satu orang tahun ini dan telah digantikan oleh cadangan.”
Adapun peserta yang mendaftar PBSB di UIN Sunan Kalijaga pada tahun ini ada sekitar 950 santri, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah sekitar 730 santri. Peserta yang memilih prodi Ilmu Alquran dan Tafsir masih lebih banyak dibanding dengan prodi Ilmu hadis. Namun, penerimaan tetap diratakan jumlahnya pada setiap prodi. " Pertimbangan tahun ini yang diterima adalah yang lebih banyak hafalannya.” Lanjutnya.
Penerimaan PBSB tahun ini afirmatif, karenanya dari semua provinsi di Indonesia masing-masing ada yang diterima. Jawa Timur sebagai provinsi terbanyak yang pesertanya berhasil lulus seleksi. Terkahir, ia menjelaskan bahwa sedikit banyaknya mahasiswa yang diterima pada PBSB juga disesuaikan dengan anggaran dari Ditpontren. (Ai)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar