Minggu, 09 September 2018

MESRA: Langkah Awal Mengenal CSSMoRA



Kemarin (8/9), dalam rangka memperkenalkan CSSMoRA, Badan Pengurus Harian CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan sebuah kegiatan MESRA (mengenal CSSMoRA) dengan tema “Tak Kenal? Yuk Ta'arufan”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 08 September 2018 bertempat di Fishum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada pukul 08.50 WIB acara tersebut dimulai dengan dipimpin oleh salah seorang mahasiswa baru PBSB 2018, Failal Azmi Azkia. Diikuti dengan pembacaan ayat suci al-Qur'an, sambutan-sambutan, dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh M. Taufikkurrahman.

MESRA merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh kepengurusan CSSMoRA yang ditujukan untuk anggota baru CSSMoRA. Tentunya ini merupakan langkah awal dalam memperkenalkan CSSMoRA kepada anggota baru CSSMoRA sendiri. Seperti yang disebutkan oleh Karina, ketua panitia dalam sambutannya "Karena sekarang kalian sudah menjadi bagian dari CSSMoRA, maka ini merupakan langkah awal dari kami untuk memberikan penjelasan kepada kalian apa sih CSSMoRA itu? Aspek apa saja yang ada didalamnya? dan kemana CSSMoRA akan berjalan?".

Seperti tahun-tahun sebelumnya, materi yang diberikan ialah mengenai ke-CSSMoRA-an, kepesantrenan serta keorganisasian. Pembahasan pertama disampaikan oleh perwakilan CSSMoRA Nasional dan ketua CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sendiri.

Selanjutnya, Agil Muhammad sebagai pemateri pada sesi “kepesantrenan” menjelaskan berbagai hal mengenai kepesantrenan. Beliau mengawali sesi ini dengan sebuah pertanyaan “Apa yang dimaksud pesantren itu?”. "Pesantren itu terdiri dari 5 unsur yang saling berkaitan satu sama lain. Namun yang paling sentral dari itu semua ialah Kiai, sebab dari beliaulah didapatnya keberkahan ilmu", tuturnya.

Kemudian acara tersebut diakhiri dengan penyampaian materi mengenai keorganisasian oleh Faziri, Koordinator P3M CSSMoRA Nasional. "Kegiatan ini tidak serta merta hanya bertujuan untuk menanamkan jiwa ke- CSSMoRA-an yang kuat dalam diri anggota CSSMoRA, melainkan mengenalkan keorganisasian secara keseluruhan. Dan yang terpenting dalam berorganisasi ialah professional.", tutur Faziri. (Arn)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar