Senin, 15 Oktober 2018

Ala-Ala Reoni CSSMoRA di Acara Muktamar Pemikiran Santri Nasional 2018




Dua mahasantri CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga berkesempatan menjadi pembicara dalam acara Muktamar Pemikiran Santri Nasional yang diadakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia. Acara ini berlangsung selama 3 hari, Rabu-Jum’at (10-12/ 10), bertempat di kawasan Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakata. Melalu tahap seleksi Call for Papers, event yang bertujuan sebagai wadah bagi para memikir Pesantren untuk menuangkan gagasannya ini telah menyaring sebanyak 170 peserta untuk mempresentasikan makalahnya.
Dua mahasantri tersebut adalah Annas Rolli Muchlisin dan In’amul Hasan. “Motivasi awal saya adalah untuk menjalin silaturrahmi dengan kalangan pesantren”, ungkap Annas. Namun kemudian ia juga menambahkan  bahwa tujuan selanjutnya tentu saja untuk menambah pengalaman, pengetahuan, serta wawasan. Sementara Hasan, ia juga menyatakan hal yang sama, bahwa menjalin silaturrahmi merupakan salah satu tujuannya untuk mengikuti event ini.  “Jujur, yang pertama kali menarik perhatian saya adalah fully funded nya, hehe.” tambahnya.
Dalam proses pengerjaan paper, baik Hasan maupun Annas, masing-masing memiliki kisah suka duka yang harus dilalui hingga akhirnya makalah mereka dapat terselesaikan. “Saya harus pintar-pintar membagi waktu antara melanjutkan paper dan mengerjakan tugas kuliah yang semakin padat”, tutur Hasan. Sementara Annas, ia mengaku bahwa karena paper yang ditulisnya itu memakai bahasa Inggris, maka secara otomatis butuh kerja ekstra. Di samping itu, ia  juga memiliki banyak kesibukan lain yang cukup menyita waktu. Hingga akhirnya ia baru menyelesaikan papernya dalam waktu seharian penuh pada hari terakhir deadline pengumpulan. “Sebenarnya saya agak pesimis, karena saya menyelesaikan paper saya dalam waktu seharian saja, dari pagi hingga malam. Submitnya pun di detik-detik terakhir, pukul 12 malam”, ucapnya.
Terakhir, keduanya menyatakan sangat senang dan tertarik dengan event-event seperti ini. “Yang terpenting adalah event seperti ini bisa menjadi wadah berkumpulnya kalangan pesantren se-Indonesia. Terlebih bagi mahasantri CSSMoRA sendiri yang dapat dikatakan bisa menjadi momentum atau ajang reonian CSSMoRA. Mengingat acara ini juga dihadiri oleh pihak-pihak terkait, seperti Kemenag, pengelola PBSB, serta alumni CSSMoRA dari berbagai universitas lain”, tutur Annas. “Bagi para santri, persiapkanlah dari sekarang. Konon, katanya muktamar tahun depan akan diadakan di luar Jawa”, pungkas Hasan.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar