Sabtu, 20 Oktober 2018

Alif Jabal Kurdi, anggota CSSMoRA menjadi delegasi MTQ Nasional 2018 di Medan



Alif jabal Kurdi, anggota CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi delegasi kota kelahirannya, Bali dalam event MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran) Nasional di Medan. Event ini berlangsung selama 10 hari, yaitu pada 4-13 Oktober 2018 di kota Medan, venue utamanya adalah di Sport Centre Arena. Setiap cabang dalam event ini dilaksanakan diberbagai tempat. Adapun cabang perlombaan yang diikuti Alif bertempat di Gedung Sumekto Djajanegara, tepatnya di area Akademi Pariwisata Medan, tidak terlalu jauh dari venue utama.
            Event perlombaan yang diikuti oleh 34 provinsi se-Indonesia ini diadakan setiap tahun, dan tahun ini Medan menjadi tuan rumah. “Saya merasa bersyukur bisa turut berjuang bersama provinsi saya dalam event yang bergengsi ini, karena notabene muslim di Bali terbilang minoritas” tutur Alif saat diwawancarai. Cabang perlombaan yang diikuti Alif ialah M2IQ (Musabaqoh Menulis Ilmiah al-Quran) dengan judul “Peran Institusi Keluarga Dalam Menanamkan Paradigma Islam Damai Kepada Anak: Sebuah Kajian Tematik”. Dan tentunya kesuksesan yang terlihat hari ini adalah hasil dari perjuangan yang pernah dilakukan. Alif menceritakan bahwa dirinya telah memulai persiapan sebulan sebelum lomba dimulai, meskipun dirinya masih belum mengetahui kriteria kepenulisan seperti apa yang dianggap baik dalam event ini, karena ini adalah pengalaman pertama baginya. Minimnya informasi dikarenakan sedikitnya pembinaan di provinsi.
            Hal yang paling berkesan dan membuat Alif bersemangat dalam MTQ Nasional  ini adalah dia bisa bertemu langsung dengan Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo, Wakil Presiden Indonesia, Mentri Agama serta mentri lainnya.
Alif Jabal Kurdi, mahasiswa Ilmu Tafsir UIN Sunan Kalijaga semester 5 ini berpesan kepada para pembaca, terutama santri dan teman-teman CSSMoRA untuk terus meningkatkan intensitas dan kualitas literasi, serta bersungguh-sungguh dalam pendidikan yang sedang ditempuh. Salah satunya dengan cara berusaha mencari kesempatan-kesempatan untuk bisa dijadikan sebagai wasilah dalam pengembangan diri. Dengan hal tersebut kita akan terlatih, dan semakin besarlah kesempatan untuk memantaskan diri sebelum nantinya berdedikasi kepada pondok asal kita secara kusus, dan kepada negara secara umum. (Yen)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar