CSSMoRA

CSSMoRA merupakan singkatan dari Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs, yang berarti Komunitas Santri Penerima Beasiswa Kementrian Agama

SARASEHAN

Sarasehan adalah program kerja yang berfungsi sebagai ajang silaturahimi antara anggota aktif dan anggota pasif CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pesantren

Para santri yang menerima beasiswa ini dikuliahkan hingga lulus untuk nantinya diwajibkan kembali lagi mengabdi ke Pondok Pesantren asal selama minimal tiga tahun.

Thursday, April 2, 2020

Gagal


Oleh : Naufal Hatta*

Gagal, gagal, gagal
Selalu saja menghantui
Dari pagi hingga malam
Apa yang sebenarnya kau inginkan?
Aku menyerah?
Ataupun putus asa?

Aku tak akan semudah itu mengalah
Semakin sering kau muncul, semakin membara semangatku
Jeratan putus asa ‘kan ku tebas
Kelokan rintangan dituntaskan
Hingga…
Kesuksesan ada dalam genggaman.
Sidoarjo, 23 Maret 2020
Ketua Cssmora Universitas Airlangga.*


Tuesday, March 31, 2020

PUTRI


Oleh : Abdil*
Hari ini aku memanjat makna masa depan
Kau menari layaknya nostalgia waktu SMA
Kau beri aku setumpuk makna tentang rindu
Berbagai tanya tanpa jawab
Berbagai kira tanpa iya atau tidak
Aku sendiri
Pun mereka yang diam bersedih
Pun mereka yang berpuisi bersama malam-malam yang dibaluti hujan

Rumah batu mulai mengusam di samping pohon cemara
Gentengnya berwarna coklat tua
Seekor burung punai berkicau bersama beberapa burung merpati hitam atau putih
Aku menjangkau sepucuk daun dari atas pagar berduri
Melipatnya seperti manuskrip tua
Lalu menggeletaknya ke samping tembok kuning di depan pagar
Putri
Bait risau yang dulu kau gumamkan di obrolan malam, kini aku baca ulang
Aku duduk dengan punggung membungkuk di teras
Menerka masa lalu dan mengira ada apa di esok
Rasanya kau pernah bercerita tentang gelap
Waktu itu kucari sinyal di bawah pohon jambu agar obrolan masih berlanjut
Kau bilang gelap membuatmu gelisah
Menertawaimu di dalam peluknya, dan terbahak sebab kau terisak
Aku bilang, Tuhan punya yang bercahaya
Prasangka akan taburan pelangi ada di pojok-pojok nestapa
Diam dan menggumam, berjalan sambil bernyanyi
Gelap akan bergantikan dingin subuh
Lalu pagi, lalu siang
Aku merangkaikan segores harap

Putri
Aku pulang
Kau masih sama
Dagumu masih manis terbelah
Pipimu masih bengkak, bening
Entah dengan rasamu
Dari dulu memang entah ada atau tidak ada apa di sana
Di lubuk hatimu yang sejajar dengan garis tawa cantik, diam, cakap-cakap, dan garis tatapmu.
Alumni Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru Bone.*

Monday, March 23, 2020

Tentara Mungil


Oleh: Nanang Iskandar*

Ketika hamba bertitah seperti tuhan
Melangkah dengan angkuh di bumi persinggahan
Bagaimana mungkin berkuasa di bumi tuhan?
Namun mengaku tak bertuhan

Kisah ini berawal dari suatu negeri
Negeri para mata sipit
Lalu merambat manja secepat kilat
Seolah menghukum bumi, si benda bulat

Ketika alam mulai bosan dengan kalian
Tentara kecil pun melaksanakan titah tuhan
Melaksanakan dengan cepat tanpa bangkangan
Sampai akal pun menolak tuk paham
                        
Covid-19, mahluk mungil tuhan yang beringas
Memberantas semua kebangkangan dengan tragis
Membungkam teori sang ateis
Membuat hambar arti sebuah tangis

Dan lihatlah sekarang
Tentara mungil tuhan meratakan sarang-sarang
Membungkam paksa para pembangkang
Mematikan halus para penyerang
                        
Jika sekiranya kalian patuh
Mengerjakan apa yang telah tertitah
Bumi kalian takkan rapuh
Tuhan kalian takkan murka

Namun nahas
Kalian haus, haus tuk meringkus
Merusak bumi tuhan yang telah terurus
Malu melenggang tengik bak tikus

Dan sekarang, di sini
Apa kabar bumi hari ini?
Benda bulat itu kini merintih
Memikul beban para penyakitan

Kita hanya bisa berdoa
Agar tentara mungil ini selesai akan tugasnya
Lalu kembali ke tuhannya
Dan bumiku ini kembali ceria, amin


*Santri PP Al-Junaidiyah, Biru, Bone

Tuesday, March 3, 2020

Mengabdi dan Berkarya Untuk Masyarakat dan Negeri



            Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs UIN Sunan Kalijaga—yang masyhur dengan sebutan CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga—kembali mengadakan acara. Ini merupakan program kerja tahunan dari divisi Pengabdian Pondok Pesantren dan Masyarakat (P3M). Terdapat beberapa rangkaian kegiatan di dalamnya yaitu Lomba Hadrah se-DIY, Musabaqah Hifdzi Alquran (MHQ), Musabaqah Qiraat al-Kutub (MKQ), pengobatan gratis bagi masyarakat, pembagian sembako gratis, pasar murah serta bersalawat bersama dan diakhiri dengan pengajian. Acara tersebut sukses digelar selama dua hari berturut-turut.
            Tahun 2020 ini, acara ini digelar di Pondok Pesantren Al-Imdad, Pajangan, Bantul. Ini merupakan kali kedua acara yang diinisasi CSSMoRA tersebut dilaksanakan di pondok ini. Selain itu, CSSMoRA juga menggandeng santri PP. Al-Imdad guna melaksanakan dan mensukseskan acara berikut. Namun, hanya tingkat Madrasah Aliyah yang diikutsertakan dalam kepanitiaan.
            Acara yang bertajuk ‘Bakti Sosial Dan Santri Fest 2020’ ini dimulai pada hari Sabtu (29/02). Adapun tema dari kegiatan berikut adalah ‘Mengabdi untuk Bangsa, Berkontribusi untuk Negara sebagai Santri Nusantara’. Diawali dengan seremonial pembukaan. Tampak hadir beberapa tokoh undangan, antara lain adalah Dr.KH. Habib Abdus Syakur, MA (Pengasuh PP. Al-Imdad II), Dr.H. Atthobari, M.Kes (Ketua Yayasan PP. Al-Imdad), Drs.KH. Ahmad Murod (Kepala Sekolah MTs al-Falah), Bhabinkamtibmas wilayah Pajangan dan Kepala Dukuh Dusun Kedung. Juga diikuti oleh santri-santri PP. Al-Imdad II dan anggota CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga.
Atraf Husein el-Hakim, selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa acara ini memiliki tujuan untuk melatih mahasantri untuk terjun ke masyarakat di samping tugas utamanya yaitu menuntut ilmu. Selain itu menurut Nauval Hubbab, Ketua Umum CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga, menambahkan bahwa ini merupakan bentuk
Selain itu, Dr.KH. Habib Abdus Syakur memberikan keterangan dalam sambutan sebagai wakil tuan rumah bahwa beliau tentunya memberikan apresiasi kepada CSSMoRA yang telah memilih PP. Al-Imdad II untuk melaksanakan kegiatan. Berikutnya beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah murni dari usaha-usaha para mahasiswa dan santri. Tidak ada campur tangan orang tua di dalamnya “jadi mohon maaf bila ada kurangnya” tutur beliau dalam sambutan. Tabuhan rebana oleh beliau menjadi tanda dibukanya kegiatan Bakti Sosial dan Santri Fest 2020.   
Pasca berakhirnya seremonial pembukaan, kegiatan berikutnya pada hari pertama adalah lomba hadrah. Perlombaan ini setidaknya diikuti oleh 26 grup dari laki-laki dan perempuan, dari beberapa daerah di Jogja. Antusiasme peserta turut menambah kemeriahan acara santri fest 2020 ini. Tidak hanya orang dewasa, namun juga ada anak-anak. Bahkan sampai berakhirnya kegiatan pada hari pertama pada pukul 23.15 masih banyak peserta yang menghadiri.
Berlanjut pada hari kedua, minggu (01/03). Di hari kedua ini, terdapat beberapa rangkaian kegiatan. Antara lain adalah MQK, MHQ, Lomba Mewarnai untuk anak-anak, Pembagian sembako gratis, pasar murah dan pengobatan gratis pada siang harinya. Dimulai pukul 08.00 WIB peserta mulai berdatangan ke lokasi perlombaan. Tidak hanya itu, para ibu-ibu dan satri-santri PP. Al-Imdad pun turut berduyun-duyun menuju lokasi kegiatan guna mencari pakaian-pakaian yang dijual oleh tim panitia acara dengan harga yang sangat terjangkau. Mulai dari kisaran Rp. 2.000- Rp. 15.000 saja.
   Salah seorang santri PP. Al-Imdad kelas VIII, Sultan, mengatakan bahwa dirinya senang sekali dengan kegiatan semacam ini “senang bisa beli baju murah” jelasnya. Selain itu, perlombaan–perlombaan pun juga sukses digelar. Terbukti dengan banyaknya peserta yang mengikuti masing-masing perlombaan dari beberapa pesantren di Jogja. Begitu juga dengan kegiatan pengobatan gratis. Dibawah pemeriksaan dokter Istiroyani, warga sekitar, kegiatan ini diikuti oleh masyarakat yang memiliki keluhan dengan kesehatannya.
Acara puncak, malam harinya diisi dengan bersalawat bersama dan pengajian akbar serta pengumuman dan pembagian hadiah. Juga turut hadir pula Wakil Bupati Bantul, Drs. Abdul Halim Muslih guna memberikan sambutan dan apresiasi kepada segenap panitia dan masyarakat. Beliau mengingatkan agar para santri tidak terlena dengan kemajuan teknologi yang ada “jangan banyak main hp, main tik tok itu” jelas beliau dalam sambutan. Lebih lanjut beliau juga menegaskan bahwa para santri harus siap menghadapi tuntutan zaman yang kian kompleks.
Turut menghadirkan Gus Wahid, vokalis utama grup salawat Ahbabul Musthofa dalam rangkan bersalawat bersama. Dikenal dengan suaranya yang khas, cengkok bernuansa jawa, nama beliau sudah akrab ditelinga para jamaah salawat. Tak ayal, jika jamaah yang hadir ada sekitar 600 lebih. Hal ini terbukti dari jumlah konsumsi yang terbagi untuk jamaah.
 Lebih lanjut, acara yang mendapat bantuan dari wali santri berupa 1000 buah roti ini, diakhiri dengan ceramah (mauidzah hasanah) oleh KH. Ali Munir dari Magelang. Dalam salah satu penjelasannya beliau menegaskan bahwa seorang santri harus benar-benar menguasai bidang keilmuannya. Beliau juga menjelaskan bahwa seorang snatri harus bisa memanusiakan manusia. Karena menurut beliau, pada saat ini banyak sekali kejadian yang kehilangan nilai-nilai kemanusiaannya. Misalkan dengan menuduh dan memfitnah sesama lantaran beda pemahaman dan pemikiran sebagai kelompok sesat, an seterusnya. Dengan adanya pembacaan doa yang dipimpin oleh langsung oleh KH. Ali Munir menjadi tanda berakhirnya rangkaian acara kegiatan Bakti Sosial dan Santri Fest 2020. Kemudian diakhiri dengan bersua foto antara panitia acara tersebut. (Febri)

Wednesday, February 26, 2020

Adakan Bincang Jurnalistik, Sarung Jalin Relasi Dengan Lembaga Pers Kampus

Minggu, 16 Februari 2020. Sarung mengadakan bincang kedua yang bertempat di lembah UIN Sunan Kalijaga tepatnya di samping GOR UIN. Kegiatan ini ditujukan bagi seluruh anggota CSSMoRA khususnya kru dan kader Sarung. Namun, pada saat acara berlangsung hanya kru dan kader serta beberapa anggota CSSMoRA aktif lainnya. Bincang kali ini mengangkat topik tentang reportase, wawancara dan fotografi jurnalistik. Pemateri yang dihadirkan pun tidak hanya dari lingkup kampus UIN tetapi juga dari luar lingkup UIN.
Pada sesi pertama, pembahasan yang dikedepankan ialah mengenai beberapa hal yang harus dipersiapkan dan diperhatikan sebelum melakukan wawancara yang diisi oleh Hedi yang merupakan Pemimpin Redaksi LPM ARENA. Beliau kemudian menjelaskan bahwa pertanyaan yang diberikan tidak boleh terlalu panjang sehingga membingungkan narasumber. Narasumber harus dijadikan nyaman dan jangan memberikan pertanyaan tertutup. "Hal ini  membuat  narasumber dapat bercerita dan terbuka." Tuturnya.  
     Pada sesi kedua , topik pembahasannya mengenai fotografi jurnalistik yang diisi oleh Pradipta Kurniawan yang merupakan Reporter LPM Himmah. Namun ia lebih  menekankan pada topik foto cerita karena menurut pembicara dalam penjelasannya menyebutkan foto cerita mampu menghadirkan kisah cerita secara utuh. Fotografi jurnalistik ini menjadi pelajaran Pembahasan yang cukup menarik untuk kader, " Untuk fotografi jurnalistik belum pernah saya ketahui ataupun ikuti pelatihan seperti ini,  Sebenarnya keduanya cukup menarik.. Tapi, materi fotografi jurnalistik lebih menarik sebab saya merasa mendapat ilmu baru yang belum saya ketahui meskipun tak ada sedikitpun bakat di bagian itu. Ditambah dengan kedua materi yang menyampaikan isi materi dengan mantap, santai dan lugas. Sama-sama menarik untuk dibahas ataupun dipahami oleh seorang calon jurnalis." Tutur salah satu kader Sarung. Walaupun antusias dari peserta hanya dari lingkup sarung saja, tetapi acara berjalan dengan lancar dan bersifat aktif. (ANA)