CSSMoRA

CSSMoRA merupakan singkatan dari Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs, yang berarti Komunitas Santri Penerima Beasiswa Kementrian Agama

SARASEHAN

Sarasehan adalah program kerja yang berfungsi sebagai ajang silaturahimi antara anggota aktif dan anggota pasif CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pesantren

Para santri yang menerima beasiswa ini dikuliahkan hingga lulus untuk nantinya diwajibkan kembali lagi mengabdi ke Pondok Pesantren asal selama minimal tiga tahun.

Wednesday, February 26, 2020

Adakan Bincang Jurnalistik, Sarung Jalin Relasi Dengan Lembaga Pers Kampus

Minggu, 16 Februari 2020. Sarung mengadakan bincang kedua yang bertempat di lembah UIN Sunan Kalijaga tepatnya di samping GOR UIN. Kegiatan ini ditujukan bagi seluruh anggota CSSMoRA khususnya kru dan kader Sarung. Namun, pada saat acara berlangsung hanya kru dan kader serta beberapa anggota CSSMoRA aktif lainnya. Bincang kali ini mengangkat topik tentang reportase, wawancara dan fotografi jurnalistik. Pemateri yang dihadirkan pun tidak hanya dari lingkup kampus UIN tetapi juga dari luar lingkup UIN.
Pada sesi pertama, pembahasan yang dikedepankan ialah mengenai beberapa hal yang harus dipersiapkan dan diperhatikan sebelum melakukan wawancara yang diisi oleh Hedi yang merupakan Pemimpin Redaksi LPM ARENA. Beliau kemudian menjelaskan bahwa pertanyaan yang diberikan tidak boleh terlalu panjang sehingga membingungkan narasumber. Narasumber harus dijadikan nyaman dan jangan memberikan pertanyaan tertutup. "Hal ini  membuat  narasumber dapat bercerita dan terbuka." Tuturnya.  
     Pada sesi kedua , topik pembahasannya mengenai fotografi jurnalistik yang diisi oleh Pradipta Kurniawan yang merupakan Reporter LPM Himmah. Namun ia lebih  menekankan pada topik foto cerita karena menurut pembicara dalam penjelasannya menyebutkan foto cerita mampu menghadirkan kisah cerita secara utuh. Fotografi jurnalistik ini menjadi pelajaran Pembahasan yang cukup menarik untuk kader, " Untuk fotografi jurnalistik belum pernah saya ketahui ataupun ikuti pelatihan seperti ini,  Sebenarnya keduanya cukup menarik.. Tapi, materi fotografi jurnalistik lebih menarik sebab saya merasa mendapat ilmu baru yang belum saya ketahui meskipun tak ada sedikitpun bakat di bagian itu. Ditambah dengan kedua materi yang menyampaikan isi materi dengan mantap, santai dan lugas. Sama-sama menarik untuk dibahas ataupun dipahami oleh seorang calon jurnalis." Tutur salah satu kader Sarung. Walaupun antusias dari peserta hanya dari lingkup sarung saja, tetapi acara berjalan dengan lancar dan bersifat aktif. (ANA)