Pengikut

Rabu, 04 Maret 2020

Mengabdi dan Berkarya Untuk Masyarakat dan Negeri



            Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs UIN Sunan Kalijaga—yang masyhur dengan sebutan CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga—kembali mengadakan acara. Ini merupakan program kerja tahunan dari divisi Pengabdian Pondok Pesantren dan Masyarakat (P3M). Terdapat beberapa rangkaian kegiatan di dalamnya yaitu Lomba Hadrah se-DIY, Musabaqah Hifdzi Alquran (MHQ), Musabaqah Qiraat al-Kutub (MKQ), pengobatan gratis bagi masyarakat, pembagian sembako gratis, pasar murah serta bersalawat bersama dan diakhiri dengan pengajian. Acara tersebut sukses digelar selama dua hari berturut-turut.
            Tahun 2020 ini, acara ini digelar di Pondok Pesantren Al-Imdad, Pajangan, Bantul. Ini merupakan kali kedua acara yang diinisasi CSSMoRA tersebut dilaksanakan di pondok ini. Selain itu, CSSMoRA juga menggandeng santri PP. Al-Imdad guna melaksanakan dan mensukseskan acara berikut. Namun, hanya tingkat Madrasah Aliyah yang diikutsertakan dalam kepanitiaan.
            Acara yang bertajuk ‘Bakti Sosial Dan Santri Fest 2020’ ini dimulai pada hari Sabtu (29/02). Adapun tema dari kegiatan berikut adalah ‘Mengabdi untuk Bangsa, Berkontribusi untuk Negara sebagai Santri Nusantara’. Diawali dengan seremonial pembukaan. Tampak hadir beberapa tokoh undangan, antara lain adalah Dr.KH. Habib Abdus Syakur, MA (Pengasuh PP. Al-Imdad II), Dr.H. Atthobari, M.Kes (Ketua Yayasan PP. Al-Imdad), Drs.KH. Ahmad Murod (Kepala Sekolah MTs al-Falah), Bhabinkamtibmas wilayah Pajangan dan Kepala Dukuh Dusun Kedung. Juga diikuti oleh santri-santri PP. Al-Imdad II dan anggota CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga.
Atraf Husein el-Hakim, selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa acara ini memiliki tujuan untuk melatih mahasantri untuk terjun ke masyarakat di samping tugas utamanya yaitu menuntut ilmu. Selain itu menurut Nauval Hubbab, Ketua Umum CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga, menambahkan bahwa ini merupakan bentuk
Selain itu, Dr.KH. Habib Abdus Syakur memberikan keterangan dalam sambutan sebagai wakil tuan rumah bahwa beliau tentunya memberikan apresiasi kepada CSSMoRA yang telah memilih PP. Al-Imdad II untuk melaksanakan kegiatan. Berikutnya beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah murni dari usaha-usaha para mahasiswa dan santri. Tidak ada campur tangan orang tua di dalamnya “jadi mohon maaf bila ada kurangnya” tutur beliau dalam sambutan. Tabuhan rebana oleh beliau menjadi tanda dibukanya kegiatan Bakti Sosial dan Santri Fest 2020.   
Pasca berakhirnya seremonial pembukaan, kegiatan berikutnya pada hari pertama adalah lomba hadrah. Perlombaan ini setidaknya diikuti oleh 26 grup dari laki-laki dan perempuan, dari beberapa daerah di Jogja. Antusiasme peserta turut menambah kemeriahan acara santri fest 2020 ini. Tidak hanya orang dewasa, namun juga ada anak-anak. Bahkan sampai berakhirnya kegiatan pada hari pertama pada pukul 23.15 masih banyak peserta yang menghadiri.
Berlanjut pada hari kedua, minggu (01/03). Di hari kedua ini, terdapat beberapa rangkaian kegiatan. Antara lain adalah MQK, MHQ, Lomba Mewarnai untuk anak-anak, Pembagian sembako gratis, pasar murah dan pengobatan gratis pada siang harinya. Dimulai pukul 08.00 WIB peserta mulai berdatangan ke lokasi perlombaan. Tidak hanya itu, para ibu-ibu dan satri-santri PP. Al-Imdad pun turut berduyun-duyun menuju lokasi kegiatan guna mencari pakaian-pakaian yang dijual oleh tim panitia acara dengan harga yang sangat terjangkau. Mulai dari kisaran Rp. 2.000- Rp. 15.000 saja.
   Salah seorang santri PP. Al-Imdad kelas VIII, Sultan, mengatakan bahwa dirinya senang sekali dengan kegiatan semacam ini “senang bisa beli baju murah” jelasnya. Selain itu, perlombaan–perlombaan pun juga sukses digelar. Terbukti dengan banyaknya peserta yang mengikuti masing-masing perlombaan dari beberapa pesantren di Jogja. Begitu juga dengan kegiatan pengobatan gratis. Dibawah pemeriksaan dokter Istiroyani, warga sekitar, kegiatan ini diikuti oleh masyarakat yang memiliki keluhan dengan kesehatannya.
Acara puncak, malam harinya diisi dengan bersalawat bersama dan pengajian akbar serta pengumuman dan pembagian hadiah. Juga turut hadir pula Wakil Bupati Bantul, Drs. Abdul Halim Muslih guna memberikan sambutan dan apresiasi kepada segenap panitia dan masyarakat. Beliau mengingatkan agar para santri tidak terlena dengan kemajuan teknologi yang ada “jangan banyak main hp, main tik tok itu” jelas beliau dalam sambutan. Lebih lanjut beliau juga menegaskan bahwa para santri harus siap menghadapi tuntutan zaman yang kian kompleks.
Turut menghadirkan Gus Wahid, vokalis utama grup salawat Ahbabul Musthofa dalam rangkan bersalawat bersama. Dikenal dengan suaranya yang khas, cengkok bernuansa jawa, nama beliau sudah akrab ditelinga para jamaah salawat. Tak ayal, jika jamaah yang hadir ada sekitar 600 lebih. Hal ini terbukti dari jumlah konsumsi yang terbagi untuk jamaah.
 Lebih lanjut, acara yang mendapat bantuan dari wali santri berupa 1000 buah roti ini, diakhiri dengan ceramah (mauidzah hasanah) oleh KH. Ali Munir dari Magelang. Dalam salah satu penjelasannya beliau menegaskan bahwa seorang santri harus benar-benar menguasai bidang keilmuannya. Beliau juga menjelaskan bahwa seorang snatri harus bisa memanusiakan manusia. Karena menurut beliau, pada saat ini banyak sekali kejadian yang kehilangan nilai-nilai kemanusiaannya. Misalkan dengan menuduh dan memfitnah sesama lantaran beda pemahaman dan pemikiran sebagai kelompok sesat, an seterusnya. Dengan adanya pembacaan doa yang dipimpin oleh langsung oleh KH. Ali Munir menjadi tanda berakhirnya rangkaian acara kegiatan Bakti Sosial dan Santri Fest 2020. Kemudian diakhiri dengan bersua foto antara panitia acara tersebut. (Febri)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar