Pengikut

Jumat, 03 Juli 2020

Meme Bukan Sekadar Quote

Oleh: Penikmat Meme
Tulisan ini dibuat untuk memberi pemahaman yang lurus bagi siapa saja yang salah paham tentang terma meme. Ini berangkat dari kegelisahan saya ketika seringkali mendapati teman ataupun dosen ketika menyebut term meme. 
Sejak saya masuk di dunia kampus, dunia internet juga intens saya selancari, maklum saya anak pondok, jadi bebas menggunakan gawainya baru setelah lulus pondok. Kemampuan komunikasi saya tidak terlalu bagus, karenanya saya lebih suka diam dan menghabiskan waktu bersenang-senang di media sosial favorit saya, Facebook. Di sinilah saya belajar mengenai meme dan peradaban internet.
Di kampus, saya mendapati kesalahan fatal ketika para civitas academica menyebut term meme. Sangat sederhana, meme bagi mereka adalah quote yang diberi background atau ilustrasi yang berkaitan. Ini sama halnya jika menyebut bantal guling itu adalah pocong. Memang ada kemiripan, namun ada unsur-unsur yang membedakan diantara keduanya. Begitu pula antara meme dan quote. Kegelisahan saya semakin menjadi-jadi ketika teman-teman saya yang mengikuti pelatihan membuat aplikasi android diminta untuk mendesain desain sederhana yang terdiri dari kutipan hadis berikut ilustrasinya yang berfungsi sebagai background. Sayangnya, instruktur mereka menyebut desain sederhana itu dengan “meme”. Teman-teman saya pun ikut memahami term meme dengan pengertian yang salah itu. Padahal sudah jelas, itu hanyalah quote hadis.
Meme, ketika mendapati kata ini, ada beberapa kata kunci yang seharusnya muncul di benak, dan mungkin yang paling banyak adalah meme itu gambar dengan tulisan yang bertujuan untuk hiburan (walaupun tidak semua, ada juga yang edukatif). Awal mula kata “meme” berasal dari Richard Dawkins yang ia tulis dalam bukunya, The Selfish Gene (1976). Intinya meme menurut Richard tidak jauh beda dengan yang ada di KBBI, yaitu ide, perilaku, atau gaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain dalam sebuah budaya. Bagi Richard, meme dianggap sebagai cara untuk mengukur kebudayaan manusia melalui ide-ide. Ini merupakan cara pandang baru untuk melihat kebudayaan manusia. Meme berkembang layaknya virus, ia disebarkan dari satu orang ke orang yang lain. 
Sebenarnya, term meme pada dasarnya adalah term yang digunakan dalam pembahasan evolusi. Namun, saya pun sendiri belum tahu dari mana asal muasal meme juga bisa ditujukan untuk gambar-gambar yang sering kita dapati di internet. Orang-orang di internet lebih sering menyebutnya “Internet Meme/ Meme Internet”
Jadi, kalau kita mau petakan, meme dalam konteks teori evolusi Richard adalah gagasan yang disebarkan dalam segala bentuknya, sedangkan meme internet adalalah literasi bahasa, bentuknya bisa gambar, dan video. Keduanya sama-sama bertujuan untuk menyebar gagasan, prosesnya pun sama, yang diterima khalayak adalah yang bertahan dan yang tidak diterima akan “mati”. Meme internet inilah yang saya maksud pada awal pembahasan tadi.
Setelah saya mencaritahu mengenai meme dari berbagai referensi yang menurut saya kompatibel dan juga berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa aspek yang harus ada dalam meme. Pertama, makna tertentu yang disampaikan dalam setiap format meme. Meme tidak hanya mengandalkan unsur tulisannya, templat yang dipilih pun juga memiliki konteks tersendiri yang menyampaikan pesan tertentu. Kedua, karena ia memiliki makna tertentu dalam setiap templatnya, maka meme memiliki makna tersirat. Tidak serta merta orang bisa memahami suatu meme jika tidak paham konteksnya. Tapi banyak juga meme yang walaupun konteksnya tidak diketahui, tapi dengan melihat gambar dan membaca teksnya sudah bisa dipahami, asalkan mau memeras otak sedikit untuk memahaminya.
Hal lain yang perlu diketahui, meme tidak hanya bertujuan untuk menghibur, adakalanya ia bertujuan untuk memberi pengetahuan seperti historical meme, bahkan sekarang pun ada meme kritik sosial, dan dakwah. Tujuannya bisa beragam karena memang seperti yang dijelaskan tadi, meme adalah gagasan yang disebarluaskan.
Mungkin saya rasa sudah cukup. Saya harap setelah membaca tulisan ini pemahaman tentang apa itu meme bisa lebih jelas. Karena meme sebagai fenomena yang sudah mendunia sekarang ini, sebagai orang yang terpelajar jangan sampai kita mempermalukan diri sendiri ketika menyinggung meme tapi dengan pemahaman yang salah terhadapnya. 

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar