Pengikut

Minggu, 23 Agustus 2020

Enam Mahasiswa PBSB Mengikuti Wisuda Secara Virtual

 


 

Yogyakarta - Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga kembali menyelenggarakan acara wisuda untuk yang terakhir kalinya pada tahun ajaran 2019/2020. Wisuda periode ke IV yang semulanya dijadwalkan akan diselenggarakan secara langsung pada hari Rabu tanggal 5 Agustus 2020, diundur 2 minggu kemudian, yakni pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2020 secara virtual melalui aplikasi Zoom. Ini menjadi wisuda kali kedua yang diselenggarakan secara virtual pada tahun ajaran 2019/2020 semenjak adanya pandemi Covid-19. Mengenai pengunduran berlangsungnya acara wisuda tersebut konon disebabkan adanya pandemi ini yang membuat proses acaranya diganti dari yang semulanya hendak diselenggarakan secara langsung di lingkungan UIN Sunan Kalijaga menjadi virtual, sehingga membutuhkan persiapan yang baru dan matang kembali. Selain itu, perpindahan jabatan Rektor UIN Sunan Kalijaga yang sebelumnya diduduki oleh Plt. Rektor Prof.Dr.Phil.Sahiron Syamsuddin M.A. kepada Prof.Dr.Phil. Al-Makin, S.Ag., M.A.

Dalam acara wisuda tersebut, 6 mahasiswa PBSB berhasil meraih gelar sarjananya baik di bidang Tafsir Al-Quran maupun Ilmu Hadis. Diantaranya adalah Mayola Andika, S.Ag., Mas’udah, S.Ag., Kaidah Ikawanah, S.Ag., Mohammad Abdul Hanif, S.Ag., Moch. Ilham, S.Ag., dan Iqbal Ansari, S.Ag.. Adapun dua diantaranya  menorehkan prestasi di bidang akademik dengan meraih predikat wisudawan terbaik dan tercepat di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Kedua wisudawan tersebut ialah Sdr. Mohamad Abdul Hanif, S.Ag., dengan nilai IPK 3,89 dan lulus dalam kurun waktu 3 tahun 7 bulan 28 hari, yang meraih predikat wisudawan terbaik pada program studi Ilmu Hadits. Serta Sdri. Mayola Andika, S.Ag. dengan IPK 3,89 dan lulus dalam kurun waktu 3 tahun 5 bulan 26 hari dengan predikat wisudawan terbaik dan tercepat Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sekaligus se-Fakultas.

“Tidak ada kendala apapun dalam penyelenggaraan acara wisuda kali ini selain masalah sinyal yang mengganggu visual, baik dari pihak mahasiswa maupun teknisi UIN”. Ujar Mohammad Abdul Hanif, mahasantri PBSB angkatan 2016 yang mendapat predikat terbaik dan tercepat dari Program Studi Ilmu Hadits.

“Untuk tanggapan keluarga sendiri ya agak heran dan kecewa. Namun karena kebijakannya memang sudah demikian dan atas berbagai pertimbangan situasi sehingga hal ini dapat dimaklumi. Mengenai masalah foto keluarga pasca acara wisuda yang umumnya ingin dilakukan oleh mahasiswa dan keluarga dapat disiasati kembali dengan pergi ke studio foto ataupun menggelar studio dadakan di rumah.” Lanjutnya.

Memang benar adanya pandemi yang mewabah lebih dari setengah tahun di Indonesia ini juga menjadi penyebab utama wisuda virtual tersebut, meski mengecewakan masing-masing mahasiswa dan keluarga karena tidak bisa mengabadikan salah satu momentum terbaik tersebut di lingkungan almamater UIN Sunan Kalijaga, namun di sisi lain kebijakan diselenggarakan wisuda secara virtual tersebut juga merupakan langkah yang tepat untuk meminimalisiir angka kasus positif covid-19 yang sejauh ini sudah mencapai lebih dari 100.000 kasus dalam kurun waktu 6 bulan. (Azharin)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar