Pengikut

Selasa, 29 Desember 2020

Departemen Jurnalistik CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Kembali Adakan Bincang Jurnalistik Bagian 2


Selasa (22/12), CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali mengadakan Bincang Jurnalistik. Kegiatan yang dipromotori oleh Departemen Jurnalistik dan Redaksi Sarung ini berlangsung 2 hari, yaitu 21-22 Desember. Acara tersebut diadakan secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom meeting. Bincang kali ini merupakan follow up dari Bincang Jurnalistik yang diadakan bulan Oktober lalu. Dengan mengusung tema “ Tulis, Edit, Kirim: Nulis Fiksi dan Kiat-Kiat Menyunting Tulisan Agar Naskahmu Terbit. Bincang kali ini mengundang narasumber yang sangat kompeten di bidang kepenulisan dan tulisannya telah melanglang buana dari mulai sudah memiliki buku sendiri sampai menjadi Redaktur media online yang sudah sangat terkenal. Adapun materi yang disajikan tentang tulisan fiksi yang diisi oleh Alfin Rizal, penulis buku “Manusia Bermilyar-Miliyar Cuma Kamu yang Bikin Ambyar” pada hari pertama dan editing tulisan yang diisi oleh Rifqi Fairuz, Redaktur islami.co pada hari kedua  

Pada hari pertama bincang, dengan dimoderatori oleh Hamada Hafizu yaitu Redaktur Pelaksana Redaksi Sarung. Bincang berlangsung sangat hangat dan interaktif. Pemateri memberikan kesempatan kepada para peserta untuk bertanya tentang penulisan fiksi dan pengalaman-pengalaman penulis dalam menerbitkan buku-buku karyanya. Di sela-sela bincang pemateri menyampaikan sebuah statement yang sangat menyentuh hati peserta “ ketika tidak ada satu penerbit yang menerbitkan bukumu ada satu penerbit di kepalamu yang bisa menerbitkan sendiri bukumu”. Sesi ini diakhiri dengan kata-kata dari pemateri yang sangat membangun semangat untuk menulis “jangan takut menulis jelek karena setiap penulis profesional pernah amatir.

Kemudian bincang hari kedua dilanjutkan oleh Rifqi Fairuz sebagai pemateri. Masih dimoderatori oleh Hamada Hafizu, dialog antara moderator dan pemateri sangat mengalir dan santai. Di awal sesi Rifqi Fairuz langsung membuka dialog dengan interaksi kepada peserta zoom meeting dengan menanyakan apakah dalam proses menulis diperlukan mood yang bagus? Hampir semua peserta mengatakan bahwa dalam menulis diperlukan mood yang bagus. Kemudian Fairuz, panggilan akrabnya mengatakan bahwa hal tersebut adalah mitos. Setelah penyampaian materi. Sesi selanjutnya tanya jawab yang dibawa oleh moderator. Di akhir sesi Fairuz mengakirinya dengan closing statement yang sangat bagus “ menulis bisa dimana saja, tidak diperlukan mood yang bagus yang diperlukan hanyalah data dan data iu sendiri adalah mood dalam menulis”. Bincang dikahiri dengan foto bersama via capture layar zoom.(ar)

0 komentar:

Posting Komentar