Pengikut

Selasa, 22 Juni 2021

Insecure Tidak Akan Mensukseskan Diri

 

Kehidupan bahagia serta menjadi pribadi yang baik merupakan impian setiap manusia. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan kehidupan yang dimimpikannya layaknya ajang kompetisi pencarian bakat. Namun, Pada saat berusaha melakukan yang terbaik, seringkali mereka melirik dan membanding-bandingkan pencapaiannya dengan orang lain. Hal tersebut kerap memicu adanya rasa minder (tidak percaya diri), sehingga menganggap bahwa dirinya lemah dan tidak berguna.

Situasi tersebut akan menimbulkan perasaan Insecure pada diri seseorang. Belakangan ini, kata “Insecure” kerap kali terlontar dari mulut setiap orang. Kata tersebut mulai merajalela di berbagai kalangan, terutama kalangan remaja. Mereka selalu menanyakan pada dirinya sendiri “apa sih kemampuan yang saya miliki?”. Mereka beranggapan bahwa dirinya tidak memiliki kualitas diri dan ragu untuk mengambil kesempatan yang ada di depan mata.

Memang, rasa Insecure seringkali dikatakan sebagai sifat manusiawi, dimana seseorang wajar mengalaminya. Di sisi lain akan berdampak buruk bila hal tersebut kerapkali terjadi pada diri seseorang. Sebab semua perkara yang dilakukan secara berlebihan akan menimbulkan hal yang buruk. Terkadang Insecure pada orang lain diperbolehkan, dengan tujuan untuk muhasabah terhadap diri sendiri. Mungkin dalam situasi tersebut dapat membuat seseorang termotivasi dan menghidupkan kembali rasa semangat. Tetapi, alangkah baiknya jika perasaan insecure terhadap orang lain dimusnahkan. Karena khawatir memicu adanya keterpurukan, depresi, atau hal-hal negatif lainnya.

Semua orang sadar bahwa setiap Manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, mengapa kita sering melihat kelebihan seseorang tanpa melihat kekurangannya?. Dan mengapa hal tersebut justru berbalik arah terhadap diri kita?. kerapkali kita melihat kekurangan diri sendiri, bahkan kelebihan pun tidak terdeteksi, why?. Karena seringkali orang lain hanya memperlihatkan kelebihan yang mereka miliki, dan cenderung menyembunyikan kekurangannya. Itulah akibatnya, kelebihan mereka lebih sering ter-ekspos dibandingkan kekurangannya. Padahal mereka juga pasti memiliki kekurangan yang mungkin sebanding dengan kelebihannya. Hanya saja Tuhan sedang menutupi kekurangan mereka. Berbeda dengan kita, yang kerapkali mengurung diri dengan rasa tidak percaya diri. Sehingga merasa bahwa dunia tidak adil.

Jika dilihat dari ungkapan di atas, nyata adanya bahwa kita semua memiliki kelebihan, namun kita seringkali tidak sadar akan kelebihan yang kita miliki. Hal tersebut terjadi karena adanya “Negativity bias”, di mana seseorang kerap kali mengingat pengalaman atau informasi yang bersifat negatif. Negativity bias ini merupakan sifat bawaan dari orang-orang terdahulu atau dikenal sebagai nenek moyang. Pada zaman dahulu, pengalaman negatif lebih penting untuk diingat dibandingkan pengalaman positif. Sifat tersebut masih menempel pada manusia dewasa ini. Itulah sebabnya kita seringkali beranggapan bahwa kelebihan pada diri kita tidak ada. Padahal kita juga pasti mempunyai pengalaman positif yang dianggap sebagai kelebihan tersendiri. Akan tetapi sulit untuk mengingatnya.

Negativity bias juga tidak baik bagi kesehatan mental. Semakin kita sering mengalaminya, maka semakin rendah pula self-esteem yang kita miliki, sehingga memicu adanya rasa stres. Selain itu, sseorang yang kerapkali mengalami Negativity bias, secara tidak langsung mereka membangun rasa insecure yang sangat besar. (https://youtu.be/VBSb63bJGXo)

Perlu kita sadari bahwa beberapa hal yang kita miliki, seperti halnya mampu bekerjasama, jujur terhadap orang sekitar, tidak mudah menyerah, mudah beradaptasi, setia terhadap teman, dll, kerapkali dianggap sebagai hal yang sepele. Padahal hal tersebut merupakan tindakan positif yang tidak dimiliki semua orang. Perilaku yang baik juga merupakan passion tersendiri. Tak perlu minder terhadap teman sekelas, rekan kerja, pengusaha, dan orang-orang di sekitar kita yang dirasa mempunyai kualitas lebih baik dibangding kita. Semua orang bisa menjadi yang terbaik versi dirinya sendiri. Tuhan maha adil, percayalah bahwa semua yang diberikan kepada kita adalah nikmat tiada duanya.

 So, buat apa insecure terhadap orang lain?, padahal belum tentu orang tersebut memiliki passion yang ada dalam diri kita. Terkadang ada satu orang yang membuat kita merasa insecure, tetapi percayalah bahwa ada puluhan orang yang menginginkan untuk menjadi kita.

Penulis: Ulfatun

0 komentar:

Posting Komentar